Iran Vs Amerika Memanas
Sri Lanka Batasi Pemakaian BBM, Masuk Kerja Dipangkas Hanya 4 Kali Seminggu
Sri Lanka mengimpor seluruh kebutuhan minyaknya dan juga membeli batu bara untuk pembangkit listrik.
Ringkasan Berita:
- Perang di Timur Tengah berpengaruh terhadap ketersediaan BBM hampir seluruh negara di dunia.
- Tak terkecuali Sri Lanka yang kini mulai membatasi penggunaan BBM
- Negara itu juga memangkas jam kerja pegawai hanya 4 kali seminggu.
- BBM untuk kendaraan pribadi dijatah 15 liter bensin per minggu dan kendaraan umum 200 liter per minggu.
TRIBUNNEWS.COM, KOLOMBO – Sri Lanka mengumumkan pengurangan jam kerja dalam seminggu untuk menghemat cadangan bahan bakar minyak (BBM) yang mulai langka.
Kebijakan ini sekaligus mengantisipasi kekurangan stok BBM karena perang di Timur Tengah.
Memasuki minggu ketiga, Selat Hormuz jalur utama yang dilalui sekitar 20 persen ekspor energi global telah ditutup secara efektif oleh Iran, sebagai balasan atas serangan AS dan Israel.
Komisaris Jenderal Pelayanan Esensial Sri Lanka Prabath Chandrakeerthi mengatakan lembaga-lembaga negara hanya akan beroperasi empat hari seminggu mulai 18 Maret .
Langkah-langkah penghematan baru ini juga akan berlaku untuk sekolah dan universitas dan tetap berlaku tanpa batas waktu.
“Kami juga meminta sektor swasta untuk mengikuti langkah tersebut dan menetapkan setiap hari Rabu sebagai hari libur mulai sekarang,” kata Chandrakeerthi kepada wartawan setelah pertemuan darurat yang dipimpin oleh Presiden Anura Kumara Dissanayake.
“Kita harus bersiap menghadapi yang terburuk tetapi berharap yang terbaik,” kata Dissanayake.
Dissanayake mengatakan bahwa layanan penting, termasuk rumah sakit, pelabuhan, dan layanan darurat akan terus beroperasi seperti biasa.
Pemerintah juga menangguhkan semua upacara publik dan meminta pegawai negeri sipil untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan guna membatasi penggunaan bahan bakar.
Baca juga: Cara Thailand, Filipina, Laos, dan Myanmar Antisipasi Kelangkaan Stok BBM Buntut Perang Timur Tengah
Pembatasan BBM
Sri Lanka, negara di Asia Selatan ini, mengimpor seluruh kebutuhan minyaknya dan juga membeli batu bara untuk pembangkit listrik.
Penjatahan bahan bakar dimulai pada 15 Maret.
Mobil pribadi hanya boleh menggunakan 15 liter bensin atau solar per minggu, sementara transportasi umum dialokasikan hingga 200 liter.
Para pejabat mengatakan cadangan bensin dan solar negara itu akan bertahan hampir enam minggu, tetapi memperingatkan bahwa gangguan apa pun terhadap pasokan baru dapat sangat memengaruhi pulau tersebut.
Sri Lanka membeli produk minyak bumi olahan dari Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan.
Sementara minyak mentah untuk kilang minyaknya yang dibangun di Iran dipasok dari Timur Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/potret-kelangkaan-bbm-di-sri-lanka_20220517_165156.jpg)