Kematian Seorang Buruh di Pakistan Jadi Sorotan, Keluarga Ragukan Bunuh Diri
Kematian seorang buruh asal Pakistan, Marqas Masih (22), memicu reaksi keras dari para kelompok hak asasi manusia.
Perwakilan gereja mendesak pemerintah Pakistan memastikan penyelidikan dilakukan secara transparan dan menyeluruh.
Sementara Komisi Nasional untuk Keadilan dan Perdamaian menekankan pentingnya proses hukum yang jelas dan akuntabel dalam menangani kasus tersebut.
Keluarga korban menyatakan bahwa mereka sebelumnya mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat mengunjungi Masih di tempat kerjanya.
Meski motif belum ditetapkan secara resmi, keluarga menyoroti bahwa Masih menjadi korban diskriminasi.
Pengacara keluarga menyebut Masih diduga bekerja dalam kondisi yang menyerupai kerja paksa.
Menurutnya, korban telah bekerja selama beberapa tahun untuk pemilik lahan karena keluarganya tidak mampu melunasi pinjaman dalam jumlah kecil.
Pengacara tersebut juga menyatakan bahwa kematian Masih diduga merupakan pembunuhan yang kemudian direkayasa agar terlihat sebagai bunuh diri.
Klaim tersebut, ditambah dengan temuan luka pada tubuh korban, semakin memperkuat tuntutan agar kasus ini diusut secara menyeluruh.
Kasus ini juga mendapat perhatian dari kalangan politik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mayat-seorang-1.jpg)