Jumat, 1 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy Kecewa, Paket Sanksi UE untuk Rusia dan Bantuan Ukraina Tertunda

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan kekecewaannya karena UE belum menjalankan paket sanksi untuk Rusia dan menunda bantuan ke Ukraina.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Zelenskyy mengkritik Uni Eropa karena paket sanksi ke-20 terhadap Rusia dan bantuan €90 miliar untuk Ukraina masih terblokir meski dinilai sangat penting.
  • Zelenskyy mengatakan Ukraina akan meningkatkan koordinasi dengan para pemimpin Eropa, termasuk dengan Emmanuel Macron, agar keputusan tersebut segera direalisasikan.
  • Ia juga menyinggung dugaan kerja sama Rusia dan Iran terkait penggunaan drone Shahed drone, serta berharap dukungan internasional bagi pertahanan Ukraina terus diperkuat.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1474 pada Minggu (8/3/2026).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengkritik Uni Eropa karena belum ada kemajuan dalam pembahasan paket sanksi ke-20 terhadap Rusia serta paket bantuan senilai €90 miliar untuk Ukraina.

Hal tersebut disampaikan Zelenskyy dalam pidato malamnya, di tengah situasi perang yang masih berlangsung antara Ukraina dan Rusia.

Menurut Zelenskyy, kedua keputusan penting tersebut masih terhambat meskipun banyak negara Eropa mengakui bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh Ukraina.

“Belum ada kemajuan terkait paket sanksi ke-20 Uni Eropa terhadap Rusia atas perang ini. Belum ada pula pergerakan terkait paket bantuan €90 miliar untuk Ukraina, meskipun Eropa mengakui bahwa itu sangat penting bagi kami. Namun demikian, paket tersebut tetap terblokir,” ujar Zelenskyy dalam pidatonya pada Sabtu (7/3/2026) malam.

Ia menambahkan bahwa Ukraina akan terus melakukan koordinasi dengan para pemimpin Eropa untuk mendorong keputusan tersebut segera direalisasikan.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah melakukan pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui sambungan telepon.

Zelenskyy mengatakan pekan depan akan difokuskan untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara Eropa.

“Seluruh minggu mendatang akan didedikasikan untuk kerja sama dengan pihak Eropa guna memastikan bahwa keputusan yang diperlukan untuk melindungi Ukraina benar-benar mulai membuahkan hasil,” katanya.

Selain itu, Zelenskyy juga menyampaikan terima kasih kepada negara-negara yang berpartisipasi dalam program PURL, sebuah skema yang memungkinkan Ukraina membeli rudal Amerika Serikat untuk memperkuat pertahanan udara, termasuk sistem Patriot missile system.

Dalam pidatonya, Zelenskyy juga menyinggung dugaan kerja sama militer antara Rusia dan Iran.

Baca juga: Serangan Iran Lebih Presisi sehingga AS Derita Kerugian Masif, Diduga Ada Keterlibatan Rusia

Ia menyebut adanya laporan bahwa Rusia memberikan dukungan intelijen kepada Iran yang dapat digunakan untuk menyesuaikan serangan terhadap Amerika Serikat.

“Kami juga melihat bukti adanya komponen Rusia dalam drone Shahed yang digunakan di Timur Tengah. Drone tersebut dikerahkan melawan negara-negara Arab dan Amerika di wilayah itu,” ujarnya.

Menurut Zelenskyy, fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa Rusia dan Iran memiliki hubungan yang erat dalam konflik yang terjadi di berbagai kawasan.

“Setiap fakta ini menunjukkan bahwa kita berhadapan dengan rezim yang tidak hanya saling terhubung, tetapi juga bertindak secara terkoordinasi, baik di Eropa maupun di Timur Tengah,” katanya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved