Selasa, 14 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Eskalasi Memanas, Arab Saudi Buka Peluang Aksi Militer terhadap Iran

Faisal menyebut Arab Saudi dan mitra-mitranya memiliki kapasitas yang memadai untuk merespons ancaman yang ada.

|
Editor: Eko Sutriyanto
Fabrice COFFRINI / AFP
ANCAMAN ARAB SAUDI - Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan al-Saud mengambil bagian dalam pertemuan mengenai situasi di Jalur Gaza di Kantor PBB, di Jenewa, pada 12 Desember 2023. Pangeran Faisal bin Farhan, memperingatkan bahwa kesabaran negaranya dalam menghadapi eskalasi serangan Iran “tidak tak terbatas.” Ia menegaskan bahwa Kerajaan tetap membuka kemungkinan untuk mengambil tindakan militer apabila situasi terus memburuk. 

Ketegangan meningkat pada Rabu (18/3) setelah Iran menuduh Israel menyerang fasilitas di ladang gas South Pars dan menyatakan akan menargetkan infrastruktur energi di kawasan Teluk.

Pada hari yang sama, otoritas di Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab melaporkan adanya serangan terhadap fasilitas minyak dan gas.

Di Riyadh, sistem pertahanan udara Saudi dilaporkan berhasil mencegat empat rudal balistik yang mengarah ke ibu kota.

Puing-puing dari rudal yang dicegat jatuh di sekitar kilang minyak di selatan kota, sementara warga melaporkan suara ledakan serta menerima peringatan darurat.

Menurut pejabat pertahanan Saudi, sejak awal eskalasi, sistem pertahanan udara telah mencegat sedikitnya 457 drone, 40 rudal balistik, dan tujuh rudal jelajah. Uni Emirat Arab disebut menghadapi volume serangan yang lebih tinggi, sementara negara-negara Teluk lainnya juga turut terdampak.

Faisal menilai serangan tersebut telah “dipersiapkan sebelumnya” dan menuduh Iran melakukan tindakan permusuhan secara terencana, baik secara langsung maupun melalui kelompok proksi di kawasan.

Ia juga mengonfirmasi bahwa dua kilang minyak Saudi menjadi sasaran serangan, membantah klaim sebelumnya dari pihak Iran yang menyebut serangan hanya menargetkan aset Amerika Serikat.

Selain itu, Arab Saudi dan negara-negara mitra menyuarakan kekhawatiran terhadap ancaman terhadap jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, yang merupakan dua jalur strategis perdagangan global.

Iran juga dituduh mendukung kelompok Houthi di Yaman dan Hezbollah di Lebanon, yang dinilai turut memperburuk situasi keamanan regional.

Di Lebanon, serangan Israel sejak awal Maret—yang dipicu oleh konflik dengan Hezbollah—dilaporkan menewaskan ratusan orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi.

Meski demikian, Faisal menegaskan bahwa Arab Saudi tetap mengutamakan penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Namun, ia mengingatkan bahwa serangan yang terus berlanjut berpotensi menutup peluang bagi deeskalasi konflik.

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved