Rabu, 15 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Rusia Dukung Iran, Putin Tegaskan Tetap Jadi Teman Setia dan Mitra yang Dapat Diandalkan

Putin mengatakan Moskow tetap menjadi teman setia dan mitra yang dapat diandalkan bagi Iran.

Penulis: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Rusia mengatakan, serangan AS dan Israel terhadap Iran telah menjerumuskan seluruh Timur Tengah ke jurang kehancuran dan memicu krisis energi global besar-besaran.
  • Putin mengirimkan ucapan selamat kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian atas tahun baru Iran.
  • Putin mengatakan Moskow tetap menjadi teman setia dan mitra yang dapat diandalkan bagi Iran.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow tetap menjadi teman setia dan mitra yang dapat diandalkan bagi Iran.

Hal ini disampaikan Vladimir Putin saat mengucapkan selamat kepada para pemimpin Iran atas perayaan Nowruz, Sabtu (21/3/2026).

Namun, sejauh mana dukungan Moskow untuk Iran masih diperdebatkan.

Beberapa sumber Iran mengatakan, mereka hanya menerima sedikit bantuan nyata dari Moskow dalam krisis terbesar bagi Iran sejak Shah yang didukung Amerika Serikat (AS) digulingkan dalam revolusi 1979.

Rusia mengatakan, serangan AS dan Israel terhadap Iran telah menjerumuskan seluruh Timur Tengah ke jurang kehancuran dan memicu krisis energi global besar-besaran.

Putin mengirimkan ucapan selamat kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian atas tahun baru Iran.

“Vladimir Putin berharap rakyat Iran dapat mengatasi cobaan berat dengan bermartabat dan menekankan bahwa di masa sulit ini Moskow tetap menjadi teman setia dan mitra terpercaya Teheran,” kata Kremlin, Sabtu, dilansir Al Arabiya.

Sementara itu, Politico melaporkan bahwa Moskow mengusulkan imbalan kepada Washington:

"Kremlin akan berhenti berbagi intelijen dengan Iran jika Washington berhenti memasok intelijen tentang Rusia kepada Ukraina, tetapi Amerika Serikat menolak gagasan tersebut."

Namun, Kremlin menepis laporan itu sebagai berita palsu.

Rusia kehilangan sekutu ketika Amerika Serikat menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, meskipun Moskow telah diuntungkan dari harga minyak tinggi yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, mitra strategisnya.

Baca juga: Perang Iran Hari ke-22: AS Pertimbangkan Kurangi Operasi, tapi Tolak Gencatan Senjata

Kemitraan strategis yang dipublikasikan tidak memuat klausul pertahanan bersama.

Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak ingin Iran mengembangkan bom atom, langkah yang dikhawatirkan Moskow akan memicu perlombaan senjata nuklir di seluruh Timur Tengah.

Trump Klaim AS Hampir Capai Tujuannya

AS dan Israel telah menawarkan berbagai alasan yang berubah-ubah untuk perang, mulai dari berharap untuk memicu pemberontakan yang menggulingkan kepemimpinan Iran hingga melenyapkan program nuklir dan rudal Iran.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved