Jumat, 10 April 2026

PM Anwar Ibrahim Beberkan Bukti Hendak Digulingkan Zionis dari Kekuasaannya

Konspirasi tersebut melibatkan serangan terhadap “kredibilitas sistem dan lembaga” di Malaysia dan “sabotase pemerintah”.

Editor: Hasanudin Aco
Sekretariat Presiden
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur, pada Senin, (27/1/2025) lalu. Saat ini Anwar sedang dihantam isu politik terkait kekuasannya. 

Ada dua tuntutan utama. 

Pertama, agar Azam Baki diskors sementara menunggu penyelidikan, dan kedua, agar dibentuk Komisi Penyelidikan Kerajaan,  guna menyelidiki tuduhan pelanggaran di MACC.

Seruan untuk membentuk komisi kerajaan datang dari berbagai pihak, terutama Partai Aksi Demokratik (DAP), yang menyumbangkan anggota parlemen terbanyak untuk pemerintahan Anwar.

Sejauh ini, kedua tuntutan tersebut belum dipenuhi.

Langkah Anwar Ibrahim

Belakangan PM Anwar Ibrahim siap memecat kepala antikorupsi Malaysia yang sedang menghadapi masalah seiring meningkatnya tekanan terkait penyalahgunaan kekuasaan.

Namun para kritikus – termasuk tokoh oposisi seperti mantan perdana menteri Muhyiddin Yassin, keluarga Daim, dan mantan perdana menteri Mahathir Mohamad – menggambarkan tuduhan ini sebagai kedok yang digunakan Perdana Menteri untuk menganiaya lawan-lawannya.

Polisi telah memanggil 14 orang untuk diinterogasi terkait "konspirasi" tersebut.

Sumber-sumber mengatakan kepada ST bahwa mereka yang diinterogasi ditargetkan hanya karena nama mereka disebutkan dalam korespondensi antara Teneo dan Daim sebagai  narasumber dalam rencana media yang mencakup melibatkan berbagai media asing seperti Bloomberg.

Mereka termasuk anggota parlemen oposisi Wan Saiful Wan Jan, profesor ilmu politik Syaza Shukri, mantan pemimpin UMNO yang kini menjadi podcaster Shahril Hamdan, dan kepala eksekutif Pusat Pemberantasan Korupsi dan Kronisme (C4) Pushpan Murugiah.

“Mereka sepertinya ingin tahu apakah saya dipengaruhi oleh siapa pun dalam pekerjaan saya sebagai peneliti dan komentator, terutama tentang Anwar dan MACC serta apa yang disebut konspirasi untuk menggulingkan pemerintah,” kata direktur penelitian IMAN Research, Aziff Azuddin, kepada ST tentang pemeriksaan polisi yang dialaminya.

Konsultan AS

Pihak oposisi dan masyarakat sipil mengecam kegagalan pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap MACC, serta klaim adanya konspirasi untuk menggulingkan Anwar.

Di tengah sorotan terhadap keterlibatan keluarga Daim dengan konsultan PR asing, para pemimpin partai Anwar, Parti Keadilan Rakyat (PKR), mengakui pada 3 Maret bahwa pada tahun 2016 mereka telah melibatkan firma konsultan politik AS untuk melobi pembebasannya dari vonis sodomi yang kontroversial.

Pihak kepolisian juga bertindak berdasarkan laporan polisi dari seorang jurnalis Malaysia yang mungkin merasa tidak puas karena jasanya sebagai konsultan komunikasi dihentikan oleh Daim.

Di sisi lain, pemerintah menolak untuk menindaklanjuti artikel yang diterbitkan oleh Bloomberg yang mengutip banyak sumber dan malah mencela pemberitaan tersebut.

Bahkan para pemimpin dalam koalisi Pakatan Harapan (PH) pimpinan Anwar pun menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap respons pemerintah.

Mengapa ini penting?

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved