Jumat, 10 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS dan Iran Saling Ancam soal Selat Hormuz, Deadline hingga Selasa Pagi

Donald Trump memberi ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz, disertai ancaman serangan.

|
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump memberi ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz, disertai ancaman serangan.
  • Iran melalui Islamic Revolutionary Guard Corps membalas dengan ancaman menargetkan infrastruktur energi AS dan sekutunya.
  • Penutupan Selat Hormuz memicu dampak global, termasuk lonjakan harga minyak dan eskalasi konflik militer di kawasan.


TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika negara tersebut tidak membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas pelayaran.

Jalur sempit tersebut mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Donald Trump menetapkan tenggat waktu 48 jam sejak “saat ini” bagi Iran untuk sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.

Ia mengunggah pernyataan tersebut pada Minggu (22/3/2026) pukul 06.44 WIB, yang berarti memberi Iran waktu hingga Selasa (24/3/2026) pada jam yang sama.

“Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, DIMULAI DENGAN YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU!” tulisnya.

Menanggapi ultimatum Trump, militer Iran mengancam akan menargetkan seluruh infrastruktur energi, teknologi, dan desalinasi milik AS di kawasan tersebut.

“Menindaklanjuti peringatan sebelumnya, jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran diserang oleh musuh, maka semua infrastruktur energi, teknologi informasi, dan desalinasi milik AS serta sekutunya di kawasan akan menjadi sasaran,” kata komando operasional militer Iran, Khatam Al-Anbiya, seperti dilaporkan AFP.

SELAT HORMUZ - Tangkap layar AP News memperlihatkan peta lokasi Selat Hormuz. Iran mengumumkan penutupan sementara selat tersebut untuk latihan tembak.
SELAT HORMUZ - Tangkap layar AP News memperlihatkan peta lokasi Selat Hormuz. Jalur sempit ini mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia. (Tangkapan layar AP News)

Pernyataan IRGC

Mengutip PressTV, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) juga mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat, menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap Iran akan dibalas secara proporsional dan bersifat pencegahan.

Dalam pernyataan pada Senin (23/3/2026), IRGC menanggapi klaim terbaru Donald Trump yang menuduh bahwa mereka bermaksud menargetkan pabrik desalinasi regional dan mengganggu layanan bagi penduduk setempat.

“Pertama, tentara Amerika yang agresif dan tidak manusiawi-lah yang memulai perang ini dengan membunuh anak-anak, termasuk 180 siswa sekolah dasar, serta menargetkan lima lokasi infrastruktur air, termasuk pabrik desalinasi di Pulau Qeshm,” bunyi pernyataan tersebut.

Pernyataan itu merujuk pada serangan terhadap sebuah sekolah di kota Minab, Iran selatan, pada 28 Februari, saat AS dan Israel memulai serangan terbaru terhadap Iran, serta serangan lanjutan di wilayah selatan Iran selama konflik tersebut.

“IRGC tidak melakukan tindakan seperti itu,” tambahnya.

Baca juga: Iran Ancam Hancurkan Infrastruktur Air dan Energi Timur Tengah Jika AS Serang Pembangkit Listrik

Pernyataan itu juga menyebutkan sejumlah serangan lain yang diklaim dilakukan pihak lawan, yang disebut tidak dibalas oleh IRGC.

“Anda menyerang rumah sakit kami. Kami tidak membalas. Anda menyerang pusat bantuan kami. Kami tidak membalas. Anda menyerang sekolah kami. Kami tidak membalas.”

Pernyataan itu kemudian menanggapi ancaman Trump untuk menargetkan fasilitas listrik Iran, serta menjanjikan pembalasan setimpal.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved