Senin, 20 April 2026

Transformasi Pulau Watakano: Tinggalkan Dunia Malam, Jadi Destinasi Bersih

Dari “pulau prostitusi” jadi wisata keluarga, Watakano berbenah. Namun kini muncul masalah baru: pulau makin sepi anak muda

Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
EKS PULAU PROSTITUSI - Pulau Watakano yang indah dan sepi kini ditinggalkan, berpenghuni para lansia, dulunya banyak prostitusi di sana. (Richard Susilo) 

“Tidak mungkin selamanya mengandalkan industri malam. Itu sudah menjadi kesepakatan mayoritas warga, meski tidak semua setuju.”

Antara Bertahan atau Berubah

Masih ada pendapat untuk menghidupkan kembali bisnis lama. Namun, melihat arus zaman, penindakan terus terjadi, reputasi buruk menyebar, dan kesadaran masyarakat berubah.

“Kami mulai sadar, tidak bisa hidup selamanya dari hal-hal buruk (prostitusi).”

Akhirnya arah berubah.

“Mari kita ubah arah,” begitu semangat yang muncul di masyarakat lokalnya.

Kini, rumah bordil semakin punah. Tidak ada kebutuhan untuk menghidupkannya kembali.

Pulau ini kini dipromosikan sebagai pulau yang bersih, kaya alamnya, serta  destinasi wisata sehat.

Citra “pulau malam” pun berusaha dihapus.

“Gerakan pemurnian sudah dimulai sekitar 20 tahun lalu. Sekarang kami merasa pulau ini semakin bersih,” ujar warga.

Menghapus Citra “Pulau Prostitusi”

Upaya menghapus citra negatif sebenarnya sudah dimulai sejak 1989 melalui proyek “Mie Sunbelt Zone”.

Pada 2013, bersama pemerintah, dibentuk deklarasi:

 Watarakano Pulau Aman dan Nyaman

Tujuannya untuk menarik wisatawan keluarga, mengubah citra pulau serta kolaborasi Warga dan Pemerintah

Seorang narasumber menjelaskan, “Sejak awal memang inisiatif warga, lalu pemerintah ikut berjalan bersama. Keduanya sama-sama ingin membersihkan pulau.”

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved