Iran Vs Amerika Memanas
Menlu AS Marco Rubio Klaim Perang Iran Akan Berakhir dalam Hitungan Minggu
Rubio menegaskan bahwa Washington optimistis dapat mencapai seluruh target strategisnya di Iran dalam kurun waktu hitungan minggu.
Di tengah upaya Presiden Trump yang tampak ingin segera mengakhiri perang yang tidak populer ini, eskalasi justru terus meningkat.
Sejumlah media Iran melaporkan bahwa aliansi AS-Israel kembali melancarkan serangan terbaru yang kini menyasar reaktor riset nuklir air berat dan pabrik pengolahan yellowcake atau uranium pekat pada Jumat malam.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengecam keras serangan tersebut melalui media sosial dan menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap tenggat diplomasi yang ditawarkan Amerika Serikat.
Araqchi menegaskan bahwa serangan tersebut bertentangan dengan perpanjangan tenggat waktu diplomasi oleh POTUS atau Presiden Amerika Serikat, dan Iran akan menuntut harga yang mahal atas kejahatan Israel.
Pihak Teheran saat ini dilaporkan sedang mempertimbangkan lima belas poin proposal perdamaian yang dikirimkan Amerika Serikat melalui Pakistan dua hari lalu.
Proposal tersebut dikabarkan mencakup tuntutan yang sangat berat, mulai dari pembongkaran program nuklir dan rudal Iran hingga penyerahan kendali atas rute perdagangan energi paling penting di dunia.
Namun, seorang pejabat senior Iran menyatakan kepada Reuters bahwa melakukan serangan berkelanjutan di saat Amerika Serikat sedang mengupayakan pembicaraan diplomasi adalah hal yang tidak dapat ditoleransi.
Sementara itu, konflik ini juga telah merembet ke Lebanon, di mana serangan balasan Israel terhadap kelompok Hizbullah telah menyebabkan seperlima penduduk Lebanon terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka.
(Tribunnews.com/Bobby)