Selasa, 2 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

11 Ribu Amunisi Habis dalam 16 Hari, Perang Iran Ubah Paradigma Kemenangan Militer Modern

Perang Iran yang berlangsung sejak awal Maret 2026 kini memasuki babak baru dengan sorotan tajam terhadap kapasitas industri pertahanan Barat. 

Tayang:
X/Twitter
BOROS - Sistem pertahanan antirudal THAAD yang dikirimkan ke Israel. Amerika, Israel dan sekutu Arab mereka menghabiskan 11.294 amunisi dalam 16 hari pertama perang. 

Peringatan serupa sebenarnya sudah disampaikan sejak lama oleh Martin van Creveld, yang menilai militer modern rentan karena bergantung pada sistem kompleks yang sulit digantikan. Kini, peringatan tersebut menjadi kenyataan di medan konflik Iran.

Dari situ muncul konsep baru yang disebut “Command of the Reload”. Dalam perang berbasis salvo, keunggulan tidak lagi hanya soal siapa yang menyerang lebih dulu, tetapi siapa yang mampu terus bertahan dan mengisi ulang amunisinya.

"Masalahnya, tidak semua amunisi dapat diproduksi dengan cepat. Banyak komponen penting seperti gallium, grafit, hingga bahan kimia baterai memiliki rantai pasok terbatas. Bahkan satu bahan kecil dapat menghambat produksi senjata dalam skala besar," dikutip dari Rusi.Org.

Kondisi ini diperburuk oleh lambatnya respons kebijakan. Meskipun pemerintah AS telah berdiskusi dengan industri pertahanan, belum ada lonjakan produksi karena minimnya pesanan yang didanai. Industri enggan meningkatkan kapasitas tanpa kepastian kontrak.

Situasi semakin kompleks dengan faktor geopolitik. Penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz serta kontrol ekspor mineral oleh China terhadap bahan penting seperti gallium dan germanium menambah tekanan pada rantai pasok global.

Di sisi lain, laporan dari CEO Rheinmetall, Armin Papperger, menyebutkan bahwa stok global amunisi sudah hampir habis. Bahkan jika perang berlanjut satu bulan lagi, dunia bisa menghadapi kekurangan rudal secara luas.

Analisis juga menunjukkan bahwa Amerika Serikat berpotensi kehabisan rudal ATACMS dan THAAD dalam waktu kurang dari satu bulan. Israel bahkan berada dalam posisi lebih rentan, dengan interceptor Arrow diperkirakan habis pada akhir Maret.

Dampak strategisnya meluas ke luar kawasan konflik. Setiap rudal yang digunakan di Iran mengurangi kemampuan Amerika dalam menjaga stabilitas di wilayah lain seperti Taiwan maupun Ukraina. Inilah yang disebut sebagai “second-theatre tax”.

Pada akhirnya, perang ini menegaskan perubahan paradigma. Dalam konflik modern, yang menentukan bukan hanya kemampuan menyerang, tetapi daya tahan industri. Siapa yang mampu mengisi ulang lebih cepat, dialah yang berpeluang memenangkan perang jangka panjang.

Statistik Perang dalam Angka

  • Amerika, Israel dan sekutu Arab mereka menghabiskan 11.294 amunisi dalam 16 hari pertama perang.
  • Total biaya penggunaan amunisi mencapai sekitar 26 miliar dolar AS.
  • Lebih dari 5.000 amunisi ditembakkan hanya dalam 96 jam pertama.
  • Serangan Iran setelah hari ke-5 rata-rata mencapai 33 rudal dan 94 drone per hari.
  • Sekitar 509.500 peluru sistem C-RAM digunakan hanya dalam 16 hari.
  • Biaya amunisi C-RAM sekitar 25 juta dolar, jauh lebih murah dibanding interceptor.
  • Penggunaan rudal interceptor menelan biaya hingga 19 miliar dolar.
  • Penggantian amunisi senilai 26 miliar dolar diperkirakan bisa mencapai lebih dari 50 miliar dolar karena kompleksitas produksi.
Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved