Rabu, 22 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Serangan Presisi Iran Hancurkan E-3G Sentry, Pesawat Komando dan Kendali Udara Amerika Serikat

Sebuah pesawat peringatan dini milik Angkatan Udara AS, E-3G Sentry, dilaporkan menjadi target langsung serangan rudal balistik dan drone Iran.

HO/IST
HANCUR - Gambar ini menunjukkan kerusakan total pesawat E-3G “Sentry” Airborne Early Warning and Control (AEW&C) bernomor seri 81-0005, yang dihantam serangan rudal balistik dan drone Iran. (X:OSINT Defender) 

Kehilangan atau kerusakan E-3G dapat mempersempit cakupan pengawasan, mengurangi efektivitas pertahanan udara, serta meningkatkan risiko kebocoran serangan musuh yang tidak terdeteksi lebih awal.

Pangkalan Udara Prince Sultan

Prince Sultan Air Base sendiri merupakan pangkalan udara strategis yang terletak di wilayah Al Kharj, Arab Saudi.

Pangkalan ini menjadi salah satu pusat operasi utama Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pangkalan tersebut menampung berbagai aset penting, mulai dari pesawat tempur, pesawat tanker, hingga sistem komando dan kontrol udara.

Keberadaannya sangat vital dalam mendukung operasi militer di kawasan Teluk, termasuk dalam konflik dengan Iran.

Serangan terhadap pangkalan ini bukanlah yang pertama. Dalam beberapa pekan terakhir, fasilitas tersebut berulang kali menjadi target, menunjukkan adanya pola kampanye militer yang terencana dari pihak Iran.

Analisis citra satelit menunjukkan bahwa serangan kali ini kemungkinan besar memang menargetkan aset bernilai tinggi seperti E-3G, bukan sekadar infrastruktur atau pesawat pendukung seperti tanker.

AS Bungkam

Dikutip dari airandspaceforces.com, seorang juru bicara Komando Pusat AS menolak berkomentar terkait berita hancurnya sejumlah pesawat mereka.

Sebelumnya, Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengatakan pada 25 Maret bahwa peluncuran rudal dan drone Iran telah menurun lebih dari 90 persen sejak awal konflik pada 28 Februari.

“Kami telah merusak atau menghancurkan lebih dari dua pertiga fasilitas produksi rudal, drone, dan angkatan laut serta galangan kapal Iran,” kata Cooper dalam sebuah pernyataan video. “Kita sedang berupaya untuk sepenuhnya melenyapkan aparatus manufaktur militer Iran yang lebih luas.”

Faktanya, Iran tetap mampu meluncurkan rudal seperti yang ditunjukkan oleh episode ini dan terus menyerang pangkalan dan target utama AS di seluruh wilayah meskipun asetnya semakin berkurang.

Perubahan strategi

Terlepas dari bungkamnya AS, strategi Iran telah mengalami perubahan signifikan. Dari yang sebelumnya fokus pada serangan balasan umum, kini beralih ke penargetan sistem komando dan kontrol yang menjadi tulang punggung operasi militer Amerika.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved