Jumat, 15 Mei 2026

Komodo Hadir di Jepang: Kolaborasi Indonesia–Shizuoka Menuju Penangkaran Perdana

Komodo segera hadir di Jepang! RI–Shizuoka kolaborasi penangkaran perdana, dorong diplomasi hijau dan wisata global mulai 2026

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
KERJASAMA INDONESIA JEPANG - Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni dan Yasutomo Suzuki, Gubernur Prefektur Shizuoka, Jepang 

Jika berhasil, Jepang akan mencatat sejarah sebagai negara pertama di luar habitat asli yang berhasil mengembangbiakkan komodo secara berkelanjutan.

Kerja sama Indonesia–Jepang ini bukan sekadar pemindahan satwa, melainkan simbol kolaborasi global dalam menjaga warisan alam dunia. Komodo, sebagai ikon Indonesia, kini menjadi jembatan diplomasi, edukasi, dan konservasi lintas negara.

"Dengan sinergi kedua pihak, harapan besar tertuju pada keberhasilan program ini—bukan hanya untuk Jepang dan Indonesia, tetapi juga bagi masa depan keanekaragaman hayati dunia," ungkap  Yasutomo Suzuki, Gubernur Prefektur Shizuoka.

Komodo Luxury berhasil menduduki peringkat pertama dalam daftar boat agency terbaik di Labuan Bajo versi TripAdvisor.
Komodo Luxury berhasil menduduki peringkat pertama dalam daftar boat agency terbaik di Labuan Bajo versi TripAdvisor. (Istimewa)

MoU tersebut ditandatangani dan dihadiri langsung oleh Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan Republik Indonesia dan Yasutomo Suzuki, Gubernur Prefektur Shizuoka, Jepang, dalam rangka memperkuat kolaborasi bilateral di bidang konservasi keanekaragaman hayati.

Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat diplomasi konservasi Indonesia di tingkat global, sekaligus mendorong peningkatan upaya pelestarian satwa langka melalui pendekatan kolaboratif antara lembaga konservasi kedua pihak.

MoU ini bertujuan untuk mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang, sekaligus meningkatkan kontribusi kedua pihak dalam perlindungan dan konservasi satwa liar serta peningkatan kesadaran publik terhadap keanekaragaman hayati.

Dalam implementasinya, kedua pihak juga menegaskan komitmen terhadap prinsip kesejahteraan satwa dan kepatuhan terhadap ketentuan internasional, termasuk Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

"Kerja sama ini bukan sekadar pertukaran satwa, melainkan bagian dari Diplomasi Hijau (Green Diplomacy) komitmen jangka panjang Indonesia dalam menjaga warisan biodiversitas dunia," ungkap  Menteri Raja Juli Antoni.

Baca juga: Kemenhut Pastikan Pengelolaan Hutan di Indonesia Dilakukan Secara Berkelanjutan

Lebih lanjut, Menteri Kehutanan menekankan bahwa program breeding loan juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat edukasi publik dan meningkatkan kesadaran internasional terhadap pentingnya konservasi.

Kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui perjanjian implementasi antara lembaga konservasi di Indonesia dan Prefektur Shizuoka, yaitu antara iZoo dan Kebun Binatang Surabaya, termasuk pengaturan teknis terkait pemeliharaan, transportasi, serta pengawasan satwa.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan program akan dilakukan secara hati-hati, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional maupun standar internasional.

Melalui kemitraan ini, Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya dalam kepemimpinan global di bidang konservasi keanekaragaman hayati, sekaligus memperkuat diplomasi lingkungan sebagai bagian dari kontribusi terhadap keberlanjutan alam di tingkat nasional dan global.

Diskusi  beasiswa  di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved