Iran Vs Amerika Memanas
IRGC Rudal Pesawat Canggih AWACS E-3 Sentry Milik AS: 'Mata' Amerika di Arab Saudi Hancur Total
IRGC mengklaim berhasil menghancurkan pesawat mata-mata canggih AS, E-3 Sentry, dalam serangan rudal dan drone ke pangkalan udara Arab Saudi.
Ringkasan Berita:
- IRGC menyebut serangan gabungan rudal dan drone ke Pangkalan Udara al-Kharj sebagai balasan atas aksi militer AS terhadap Iran.
- Dalam operasi tersebut, satu pesawat AWACS E-3 Sentry diklaim hancur total, sementara beberapa pesawat lain mengalami kerusakan.
- AWACS dikenal sebagai “mata Amerika di langit” karena kemampuan radar dan komando canggihnya, meski sebelumnya diklaim AS memiliki ketahanan tinggi dalam perang modern.
TRIBUNNEWS.COM - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menghancurkan pesawat sistem peringatan dan kendali udara (AWACS) E-3 Sentry buatan Amerika Serikat (AS).
Hal tersebut terjadi selama serangan gabungan rudal dan drone yang menargetkan Pangkalan Udara al-Kharj di Arab Saudi, menurut informasi yang dirilis Minggu (29/3/2026).
Menurut pernyataan IRGC, operasi tersebut dilakukan untuk membalas aksi AS yang melakukan serangan ke Iran.
IRGC melakukan serangan yang menargetkan pesawat pengisian bahan bakar, serangan itu dilakukan oleh Angkatan Udara mereka.
Akibatnya menghancurkan setidaknya satu pesawat AWACS.
Diketahui pesawat ini dilengkapi dengan kemampuan pengawasan dan komando, kendali canggih.
IRGC menegaskan AWACS E-3 Sentry buatan AS tersebut hancur total, sementara pesawat lain di dekatnya mengalami kerusakan signifikan, mengutip Al Mayadeen, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Siapa Handala? Kelompok Hacker Iran yang Sukses Retas Data Pribadi Bos FBI
Pesawat AWACS: Mata Amerika di Angkasa
Pesawat AWACS beroperasi pada ketinggian hingga 17 kilometer dan dilengkapi dengan sistem radar yang mampu memindai dan memantau area seluas 310.000 kilometer persegi.
Sistem ini memungkinkan deteksi target udara di ketinggian rendah, menengah, dan tinggi.
Sistem radar dan komputer onboard E-3 Sentry dapat mengumpulkan dan menampilkan informasi medan perang yang komprehensif.
Termasuk melacak pesawat dan kapal musuh, serta memantau posisi dan status pasukan sekutu.
Data ini dapat ditransmisikan ke pusat komando dan kendali di darat, di laut, atau kepada pimpinan politik tertinggi selama krisis.
Tingkat kendali pengawasan ini membuat pesawat tersebut mendapat julukan "mata Amerika di langit".
Pesawat ini dapat mengisi bahan bakar di udara, sehingga meningkatkan jangkauan operasionalnya, dan dapat membedakan antara target kawan dan musuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pesawat-AWACS-Dirudal-Iran.jpg)