Iran Vs Amerika Memanas
Perang Iran Hari ke-31, Ancaman Invasi Hambat Upaya Damai, Harga Minyak Naik, Pasar Asia Terpukul
Perang Iran memasuki hari ke-31 pada Senin (30/3/2026) dengan eskalasi serangan yang semakin meluas, apa saja yang terjadi?
Ringkasan Berita:
- Serangan AS-Israel ke Iran terus meluas pada hari ke-31 konflik.
- Ancaman invasi darat menghambat upaya diplomasi yang tengah berlangsung.
- Harga minyak melonjak dan pasar Asia terpukul akibat eskalasi perang.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki hari ke-31 pada Senin (30/3/2026) dengan eskalasi serangan yang semakin meluas.
Dilansir Al Jazeera, serangan udara gabungan AS-Israel menghantam Teheran dan sejumlah kota lain dengan target infrastruktur penting, termasuk jaringan listrik.
Ledakan dilaporkan terdengar di Teheran dan Kota Ray yang berada di wilayah metropolitan Ibu Kota Iran.
Serangan tersebut sempat menyebabkan pemadaman listrik, namun otoritas Iran menyatakan pasokan listrik telah kembali normal.
Dalam 24 jam terakhir, serangan juga terjadi di Karaj, Shiraz, Qom, Abadan, dan Tabriz.
Fasilitas petrokimia di Tabriz dilaporkan terdampak, meski kebakaran berhasil dikendalikan.
Ancaman Invasi Hambat Jalur Diplomasi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan masih membuka peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran.
Namun, di saat yang sama Teheran menuduh Washington tengah mempersiapkan invasi darat ke wilayahnya.
Baca juga: Perang Iran vs Amerika Jadi Upaya Dedolarisasi: Dominasi Dolar AS Terancam di Jalur Energi
Ketua parlemen Iran menegaskan negaranya siap merespons jika pasukan AS benar-benar dikerahkan.
Upaya diplomasi terus berlangsung melalui mediasi Pakistan.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar menyebut pembicaraan lanjutan kemungkinan digelar dalam beberapa hari ke depan.
Meski demikian, laporan Reuters menyebut Israel tidak berniat mengurangi intensitas serangan sebelum ada kesepakatan konkret.
Konflik Meluas ke Kawasan Timur Tengah
Eskalasi konflik turut meluas ke berbagai negara di kawasan.
Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat lima rudal balistik yang mengarah ke wilayahnya.
Kuwait menyebut fasilitas energi mereka menjadi sasaran serangan dan seorang pekerja dilaporkan tewas.