Sabtu, 11 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Terima Pesan Lewat Perantara, Iran Anggap Proposal AS Tak Realistis dan Berlebihan, Fokus Bela Diri

Iran menerima pesan melalui perantara yang mengindikasikan kesediaan Amerika Serikat untuk bernegosiasi.

Penulis: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump mengatakan AS dan Iran telah bertemu "secara langsung dan tidak langsung."
  • Iran menerima pesan melalui perantara yang mengindikasikan kesediaan Amerika Serikat untuk bernegosiasi.
  • Namun, Iran menganggap proposal AS sebagai "tidak realistis, tidak logis, dan berlebihan."

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan AS dan Iran telah bertemu "secara langsung dan tidak langsung."

Trump juga mengatakan para pemimpin baru Iran "sangat masuk akal," seiring dengan kedatangan lebih banyak pasukan AS di wilayah tersebut dan peringatan Teheran, mereka tidak akan menerima penghinaan.

Pernyataan Trump pada Minggu (29/3/2026) itu disampaikan setelah Pakistan, yang bertindak sebagai perantara antara Teheran dan Washington, mengatakan mereka sedang bersiap untuk menjadi tuan rumah "pembicaraan yang bermakna" dalam beberapa hari mendatang yang bertujuan untuk mengakhiri perang Iran yang telah berlangsung selama sebulan.

“Saya rasa kita akan mencapai kesepakatan dengan mereka, saya cukup yakin, tetapi mungkin juga tidak,” kata Trump kepada wartawan pada Minggu malam saat ia melakukan perjalanan dengan Air Force One ke Washington, dilansir Arab News.

Iran Sebut Proposal AS Tidak Realistis

Iran menerima pesan melalui perantara yang mengindikasikan kesediaan Amerika Serikat untuk bernegosiasi.

Namun, Iran menganggap proposal AS sebagai "tidak realistis, tidak logis, dan berlebihan."

Hal ini sebagaimana disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, Senin (30/3/2026).

Ia mengatakan Iran menyambut baik upaya negara-negara regional untuk mencapai perdamaian, tetapi pandangan "realistis" terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi sangat diperlukan.

“Posisi kami jelas. Kami sedang mengalami agresi militer. Oleh karena itu, semua upaya dan kekuatan kami difokuskan untuk membela diri,” kata Baghaei, dikutip dari Al Arabiya.

Trump Akui Ingin Rebut Minyak Iran

Donald Trump mengatakan dia ingin merebut sumber daya minyak Iran, Minggu (29/3/2026).

Ini menjadi sebuah langkah yang akan menandai eskalasi besar dalam konflik tersebut.

Baca juga: Trump Sebut Para Demonstran No Kings Bodoh, Ambisi Kuasai Minyak Iran Tetap Jalan

“Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tetapi beberapa orang bodoh di AS mengatakan: 'Mengapa Anda melakukan itu?'” katanya dalam sebuah wawancara dengan Financial Times.

“Tapi mereka orang-orang bodoh,” lanjut Trump.

Mengambil minyak Iran akan membutuhkan operasi militer berisiko yang melibatkan invasi dan pendudukan pusat ekspor utamanya, Pulau Kharg, yang juga menampung pangkalan angkatan laut Iran.

Trump menambahkan, merebut Pulau Kharg “juga berarti kita harus berada di sana untuk sementara waktu.”

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved