Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Terima Pesan Lewat Perantara, Iran Anggap Proposal AS Tak Realistis dan Berlebihan, Fokus Bela Diri

Iran menerima pesan melalui perantara yang mengindikasikan kesediaan Amerika Serikat untuk bernegosiasi.

Penulis: Nuryanti

Presiden AS mengatakan perang akan berakhir “segera,” karena dampak ekonomi berisiko meningkat menjadi beban politik bagi Partai Republiknya menjelang pemilihan paruh waktu November mendatang.

Tuntutan AS

Trump mengatakan, Iran "memberikan" sebagian besar dari 15 tuntutan yang diajukan AS kepada Teheran untuk mengakhiri perang, meskipun masih belum jelas apakah kedua pihak sedang bernegosiasi.

“Mereka memberi kami sebagian besar poin. Mengapa tidak?” katanya kepada wartawan di Air Force One pada Minggu, dilansir Al Arabiya.

“Kami akan meminta beberapa hal lain," tambahnya.

Namun, Trump menolak untuk merinci konsesi apa yang telah ditawarkan Iran.

Baca juga: Pernyataan Kedubes Iran Atas Gugurnya Prajurit TNI Karena Serangan Israel

MENGANCAM IRAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur pembangkit listrik Iran jika tak kunjung membuka Selat Hormuz dalam 48 jam agar bisa kembali dilintasi kapal tanker pengangkut minyak. Ancaman tersebut dia lontarkan di akun Truth Social hari Sabtu, 21 Maret 2026.
MENGANCAM IRAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur pembangkit listrik Iran jika tak kunjung membuka Selat Hormuz dalam 48 jam agar bisa kembali dilintasi kapal tanker pengangkut minyak. Ancaman tersebut dia lontarkan di akun Truth Social hari Sabtu, 21 Maret 2026. (HO/IST/X/Iran 24)

Secara publik, Iran telah menolak daftar 15 poin syarat gencatan senjata AS yang disampaikan oleh pemerintahan Trump melalui perantara di Pakistan, dan telah membalas dengan lima syaratnya sendiri — termasuk mempertahankan kedaulatan atas Selat Hormuz.

AS telah mengirimkan pesan yang bertentangan tentang tahap selanjutnya dari perang tersebut.

Trump telah mendorong pembicaraan gencatan senjata dengan Iran bahkan ketika militer meningkatkan pasukan di wilayah tersebut.

Ia mengatakan, negosiasi tidak menghalangi tindakan militer lebih lanjut.

“Kita berjalan sangat baik dalam negosiasi itu,” kata Trump.

“Tapi Anda tidak pernah tahu dengan Iran, karena kita bernegosiasi dengan mereka, dan kemudian kita selalu harus meledakkan mereka," jelasnya.

Adapun serangan awal Israel pada 28 Februari 2026 menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian digantikan oleh putranya, Mojtaba.

Perang telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, menewaskan ribuan orang, menyebabkan gangguan terbesar yang pernah terjadi pada pasokan energi, dan menghantam ekonomi global.

Baca juga: AS Siapkan Operasi Darat, Ini Target Iran yang Dibidik Trump

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan pembicaraan antara para menteri luar negeri regional pada hari Minggu membahas cara-cara untuk mengakhiri perang secepat mungkin, dan potensi pembicaraan AS-Iran di Islamabad.

“Pakistan akan merasa terhormat untuk menjadi tuan rumah dan memfasilitasi pembicaraan yang bermakna antara kedua pihak dalam beberapa hari mendatang, untuk penyelesaian konflik yang sedang berlangsung secara komprehensif dan langgeng,” katanya. Tidak jelas apakah AS dan Iran telah setuju untuk hadir.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved