Iran Vs Amerika Memanas
Mengenal Pulau-Pulau Dekat Selat Hormuz yang Bisa Jadi Sasaran AS, Punya Peran Penting dalam Perang
Simak gambaran tentang pulau-pulau di dekat Selat Hormuz dan pentingnya peran mereka dalam perang.
Ringkasan Berita:
- Serangan terhadap infrastruktur minyak di Kharg - atau invasi darat - akan sangat membatasi ekspor minyak Iran, sumber pendapatan utama bagi Republik Islam.
- Pulau-pulau lain di dekat Selat Hormuz yang vital juga bisa menjadi sasaran.
- Simak gambaran tentang pulau-pulau tersebut dan pentingnya peran mereka dalam perang.
TRIBUNNEWS.COM - Pulau Kharg di Iran, tempat terminal yang menjadi jalur ekspor sebagian besar minyak negara itu, telah menjadi fokus perang yang telah berlangsung selama sebulan antara Teheran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Serangan terhadap infrastruktur minyak di Kharg - atau invasi darat - akan sangat membatasi ekspor minyak Iran, sumber pendapatan utama bagi Republik Islam.
Hal itu juga akan menandai eskalasi besar yang dapat memicu serangan balasan yang lebih berat terhadap infrastruktur negara-negara Teluk Arab dan semakin menaikkan harga minyak.
Pendudukan pulau itu oleh AS akan menempatkan pasukan Amerika dalam posisi tetap hanya 33 kilometer (21 mil) dari pantai Iran, yang berada dalam jangkauan persenjataan drone dan rudal mereka.
Pulau-pulau lain di dekat Selat Hormuz yang vital juga bisa menjadi sasaran.
Pulau Abu Musa, pulau Tunb Besar, dan Tunb Kecil dikuasai oleh Iran tetapi telah lama diklaim oleh Uni Emirat Arab, sekutu dekat AS.
Kemudian, ada Pulau Qeshm yang menjadi lokasi pabrik desalinasi.
Mengenal Pulau Dekat Selat Hormuz
Dilansir AP News, simak gambaran tentang pulau-pulau tersebut dan pentingnya peran mereka dalam perang.
1. Pulau Kharg
Pulau karang kecil ini menjadi lokasi terminal yang dilalui hampir seluruh ekspor minyak Iran.
Iran terus mengekspor minyak, terutama ke China, melalui Selat Hormuz meskipun serangan-serangannya telah menutup jalur air vital tersebut bagi sebagian besar lalu lintas.
Hancurnya atau hilangnya pulau itu akan menghilangkan sumber pendapatan utama bagi pemerintah, tetapi juga akan mengurangi pasokan minyak dunia di tengah harga yang melonjak.
Baca juga: Iran Tepis Isu Dialog dengan AS, Trump Beri Ancaman Baru, Janji Hancurkan Sumber Energi
Hancurnya terminal tersebut akan sangat merusak perekonomian Iran dan juga akan melemahkan pemerintahan masa depan yang mungkin muncul.
Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan pada pertengahan Maret 2026 "menghancurkan" aset militer Kharg tetapi tidak menargetkan infrastruktur minyak pulau itu.