Iran Vs Amerika Memanas
Mengenal Pulau-Pulau Dekat Selat Hormuz yang Bisa Jadi Sasaran AS, Punya Peran Penting dalam Perang
Simak gambaran tentang pulau-pulau di dekat Selat Hormuz dan pentingnya peran mereka dalam perang.
Dikutip dari Arab News, penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran telah sangat mengganggu pasar energi karena selat tersebut merupakan jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Serangan Houthi terhadap Israel meningkatkan kemungkinan bahwa mereka dapat menargetkan dan memblokir jalur pelayaran penting kedua, yaitu Selat Bab el-Mandeb.
Financial Times mengutip pernyataan Trump pada Minggu (29/3/2026) yang mengatakan bahwa AS dapat merebut Pulau Kharg, tempat Iran mengekspor sebagian besar minyaknya, tetapi juga bahwa gencatan senjata dapat terjadi dengan cepat. Menguasai Kharg akan membutuhkan pasukan darat.
Baca juga: Trump Sebut Para Demonstran No Kings Bodoh, Ambisi Kuasai Minyak Iran Tetap Jalan
Pakistan, yang bertindak sebagai perantara antara Teheran dan Washington, mengatakan pihaknya sedang bersiap untuk menjadi tuan rumah "perundingan yang bermakna" dalam beberapa hari mendatang yang bertujuan untuk mengakhiri perang. Belum jelas apakah AS dan Iran telah setuju untuk hadir.
“Saya rasa kita akan mencapai kesepakatan dengan mereka, saya cukup yakin, tetapi mungkin juga tidak,” kata Trump kepada wartawan pada Minggu malam saat ia melakukan perjalanan dengan Air Force One ke Washington.
Trump mengatakan dia pikir AS telah berhasil melakukan "perubahan rezim" di Teheran setelah serangan udara menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dan pejabat tinggi lainnya, tetapi dua kali mengatakan bahwa pengganti mereka tampak "masuk akal". Khamenei digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.
Trump juga memiliki opsi untuk melancarkan serangan darat, dengan Departemen Pertahanan AS mengirimkan ribuan pasukan ke Timur Tengah, tetapi dia belum menyetujui rencana-rencana tersebut, menurut beberapa media berita.
Serangan Iran terhadap infrastruktur energi di kawasan tersebut dan cengkeramannya pada Selat Hormuz, yang dilalui seperlima minyak dunia pada masa damai, telah menyebabkan harga minyak meroket dan menimbulkan kekhawatiran yang semakin besar tentang krisis energi global.
Pada perdagangan awal, harga spot minyak mentah Brent, standar internasional, berada di sekitar $115, naik hampir 60 persen dari saat AS dan Israel memulai perang dengan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Seiring meningkatnya tekanan terhadap Trump untuk mengakhiri konflik, AS telah mengajukan rencana 15 poin kepada Iran yang mencakup persetujuan untuk membuka Selat Hormuz bagi pelayaran.
Sementara itu, Iran telah menyusun rencana lima poin dengan persyaratannya sendiri, termasuk mempertahankan kedaulatannya atas jalur perairan utama tersebut.
(Tribunnews.com/Nuryanti)