Prajurit TNI Gugur di Lebanon
3 Prajurit TNI Dilaporkan Gugur dalam Serangan di Lebanon, PBB: Pasukan Perdamaian Bukan Target
Kepala Operasi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix mengecam keras insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL.
Ringkasan Berita:
- Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL di Lebanon tewas hanya dalam kurun waktu 24 jam.
- Kepala Operasi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix mengecam keras insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon.
- Menurut Lacroix, pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target.
TRIBUNNEWS.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan yang menewaskan tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Pada Senin (30/3/2026) siang pukul 11.00 waktu setempat, dua prajurit TNI dilaporkan gugur dalam serangan yang terjadi di Bani Hayyan, Lebanon Selatan.
Adapun Bani Hayyan merupakan area operasi (AO) dari Indonesia Battalion (INDOBATT) di Sektor Timur.
Kedua prajurit yang gugur diketahui bernama:
- Kapten Infanteri Zulmi dari Grup 2 Kopassus
- Sersan Satu Ichwan dari Kesdam IX Udayana
Selain dua prajurit yang meninggal dunia, ada dua prajurit yang dilaporkan mengalami luka-luka, yakni Lettu Inf. Sulthan dari Yonif 320 dan Prajurit Kepala (Praka) Deni dari AU Lanud Atang Sanjaya.
Kronologi kejadian bermula saat Indonesian Task Force Bravo (TFB) dengan dua kendaraan (Ran) melakukan escort atau pengawalan kepada Spanyol, CSSU (Combat Support Service Unit) dengan total rangkaian enam kendaraan.
Kemudian, saat di Bani Hayyan, kendaraan 1 (Ran 1) mengalami ledakan hingga rusak parah.
Hingga saat ini, penyebab ledakan masih dalam proses penyelidikan.
Diketahui, Kapten Infanteri Zulmi, Sersan Satu Ichwan, Lettu Inf. Sulthan, dan Praka Deni berada dalam Ran 1 tersebut.
Hingga kini, jenazah Kapten Infanteri Zulmi dan Sersan Satu Ichwan dilaporkan masih belum bisa dievakuasi karena tingginya intensitas serangan sehingga situasi tidak memungkinkan.
Baca juga: Eks Kepala BAIS Desak Pemerintah Protes ke PBB Atas Meninggalnya Prajurit TNI di Lebanon
Sementara, dua prajurit lain yang mengalami luka menjalani penanganan medis di fasilitas China Medical di UNP 7-2, dilanjutkan evakuasi debfab menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut.
Adapun tiga personel lainnya yang berada di kendaraan 2 (Ran 2), yakni Praka Ulil Amri, Praka M. Zakariya, dan Pratu Iqbal, dilaporkan dalam kondisi selamat.
Peristiwa ini terjadi sehari setelah Praka Farizal Rhomadhon, anggota Yonif 113/JS yang juga merupakan pasukan perdamaian di Lebanon, gugur akibat proyektil yang menghantam pangkalan misi di Ett Taibe dan meledak pada Minggu (29/3/2026).
Kecaman PBB, UNIFIL Lakukan Investigasi
Kepala Operasi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix mengecam keras insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon.
“Kami mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima ini. Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target,” kata Lacroix kepada wartawan dalam konferensi pers di Markas Besar PBB di New york, Amerika Serikat (AS).