Jumat, 17 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Pastikan Kapal Malaysia Bisa Melintas Gratis di Selat Hormuz

 Di tengah ketegangan kawasan Teluk, Iran memberi jaminan khusus bagi kapal Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz tanpa biaya, 

HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
BLOKADE SELAT HORMUZ - Lalulintas kapal di Selat Hormuz sebelum blokade militer oleh Iran dampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Prajurit TNI Gugur Diserang Israel, TB Hasanuddin: Yang Paling Mengancam Keselamatan Itu di Lebanon 

“Terdapat pola yang jelas dan mudah dikenali dari beberapa kapal yang melintas,” kata Richard Meade, pemimpin redaksi Lloyd's List , dalam sebuah wawancara, mengutip Al Mayadeen, Sabtu (21/3/2026).

BLOKADE SELAT HORMUZ - Lalulintas kapal di Selat Hormuz sebelum blokade militer oleh Iran dampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Selat ini menjadi jalur vital bagi lalulintas kapal pengangkut minyak dari produsen-produsen minyak dunia yang berada di kawasan Timur Tengah.
BLOKADE SELAT HORMUZ - Lalulintas kapal di Selat Hormuz sebelum blokade militer oleh Iran dampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Selat ini menjadi jalur vital bagi lalulintas kapal pengangkut minyak dari produsen-produsen minyak dunia yang berada di kawasan Timur Tengah. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Sementara itu Windward, sebuah badan intelijen maritim, juga melaporkan adanya kapal-kapal yang meninggalkan Teluk melalui perairan teritorial Iran.

Yang berlayar di sepanjang garis pantai daripada melalui jalur navigasi internasional standar.

Perusahaan pelayaran dilaporkan telah berkomunikasi dengan pejabat Iran melalui saluran tidak langsung, termasuk melalui anggota diaspora Iran

Demikian pula menurut analisis Financial Times mengatakan Iran hanya membuka kapal-kapal yang diistimewakan.

Manuver ini menandakan pergeseran dalam pengelolaan lalu lintas maritim di salah satu titik rawan energi paling penting di dunia.

Kapal-kapal tersebut mencakup campuran kapal tanker minyak dan kapal pengangkut barang curah dari India, Pakistan, dan Yunani, bersama dengan armada minyak Iran sendiri.

Sebagian besar kapal ini sebelumnya telah berlabuh di pelabuhan Iran, menunjukkan bahwa hubungan komersial sebelumnya mungkin memengaruhi keputusan untuk berlayar.

Data perkapalan menunjukkan kapal-kapal lain mungkin telah menempuh rute serupa tanpa mengaktifkan sistem pelacakan mereka.

Sehingga pergerakan mereka menjadi lebih sulit untuk dikonfirmasi dan menimbulkan kekhawatiran tentang transparansi di salah satu koridor maritim tersibuk di dunia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka.

Menurutnya Selat Hormuz hanya tertutup bagi musuh yang melakukan agresi pengecut terhadap Iran.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved