Iran Vs Amerika Memanas
Iran Pastikan Kapal Malaysia Bisa Melintas Gratis di Selat Hormuz
Di tengah ketegangan kawasan Teluk, Iran memberi jaminan khusus bagi kapal Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz tanpa biaya,
Ringkasan Berita:
- Iran mengizinkan kapal Malaysia melintas di Selat Hormuz tanpa biaya karena hubungan diplomatik yang baik.
- Setidaknya tujuh kapal Malaysia, termasuk tanker, sedang menunggu izin melintas.
- Ketegangan kawasan meningkat akibat konflik Iran dengan AS dan Israel, namun selat tidak ditutup sepenuhnya.
TRIBUNNEWS.COM - Duta Besar Iran untuk Malaysia, Mohammadi Nasrabadi, menyatakan kapal-kapal Malaysia diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya.
Pernyataan ini disampaikan menyusul permintaan dari pemerintah Malaysia terkait sejumlah kapal yang berada di Teluk Persia dan hendak melanjutkan perjalanan.
Menurut Nasrabadi, Iran telah mempertimbangkan situasi tersebut dan memastikan kapal-kapal Malaysia akan diizinkan melintas.
Ia menegaskan Malaysia merupakan negara sahabat, sehingga mendapat perlakuan khusus dalam penggunaan jalur strategis tersebut.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, sebelumnya mengungkapkan setidaknya tujuh kapal Malaysia, termasuk kapal tanker, tengah menunggu izin untuk melintasi selat tersebut.
Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, yang menyebut tidak ada biaya yang dikenakan kepada kapal Malaysia, mengutip Anadolu Agency, Selasa (31/3/2026).
Iran: Selat Hormuz Tak Sepenuhnya Ditutup
Iran juga menegaskan Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup.
Melainkan hanya dibatasi untuk pihak tertentu.
Pembatasan ini berkaitan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke sejumlah pangkalan terkait AS di kawasan Teluk.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi perdagangan dan distribusi energi global, sehingga setiap gangguan di wilayah ini berdampak luas terhadap ekonomi dunia.
Baca juga: Perkembangan Terbaru di Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Belum Bisa Masuk ke Selat Hormuz
Selat Hormuz: Jalur Maritim Terpenting di Dunia
Diketahui Selat Hormuz, merupakan salah satu jalur maritim terpenting di dunia, di mana aktivitas di lokasi tersebut terdampak usai AS-Israel serang Iran.
Kapal-kapal dari China, India, Pakistan, Malaysia, dan Irak, sebelumnya mengamankan jalur pelayaran aman bagi kapal-kapal mereka
Menurut laporan Lloyd's List, setidaknya sembilan kapal telah meninggalkan selat tersebut melalui koridor yang membawa mereka melewati perairan Iran di sekitar Pulau Larak, tempat pihak berwenang dapat memantau pergerakan kapal.
Di antara kapal-kapal tersebut terdapat kapal-kapal dari India dan Pakistan, yang menunjukkan pola navigasi yang semakin meningkat di wilayah tersebut.
“Terdapat pola yang jelas dan mudah dikenali dari beberapa kapal yang melintas,” kata Richard Meade, pemimpin redaksi Lloyd's List , dalam sebuah wawancara, mengutip Al Mayadeen, Sabtu (21/3/2026).
Sementara itu Windward, sebuah badan intelijen maritim, juga melaporkan adanya kapal-kapal yang meninggalkan Teluk melalui perairan teritorial Iran.
Yang berlayar di sepanjang garis pantai daripada melalui jalur navigasi internasional standar.
Perusahaan pelayaran dilaporkan telah berkomunikasi dengan pejabat Iran melalui saluran tidak langsung, termasuk melalui anggota diaspora Iran.
Demikian pula menurut analisis Financial Times mengatakan Iran hanya membuka kapal-kapal yang diistimewakan.
Manuver ini menandakan pergeseran dalam pengelolaan lalu lintas maritim di salah satu titik rawan energi paling penting di dunia.
Kapal-kapal tersebut mencakup campuran kapal tanker minyak dan kapal pengangkut barang curah dari India, Pakistan, dan Yunani, bersama dengan armada minyak Iran sendiri.
Sebagian besar kapal ini sebelumnya telah berlabuh di pelabuhan Iran, menunjukkan bahwa hubungan komersial sebelumnya mungkin memengaruhi keputusan untuk berlayar.
Data perkapalan menunjukkan kapal-kapal lain mungkin telah menempuh rute serupa tanpa mengaktifkan sistem pelacakan mereka.
Sehingga pergerakan mereka menjadi lebih sulit untuk dikonfirmasi dan menimbulkan kekhawatiran tentang transparansi di salah satu koridor maritim tersibuk di dunia.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka.
Menurutnya Selat Hormuz hanya tertutup bagi musuh yang melakukan agresi pengecut terhadap Iran.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Lalulintas-kapal-di-Selat-Hormuz.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.