Iran Vs Amerika Memanas
Pakar: Meski Perang Iran Benar Berakhir dalam 2 Minggu, Masalah BBM Tidak Bisa Langsung Selesai
Meski Donald Trump menyebut perang bisa selesai dalam 2–3 minggu, pemulihan sektor energi global butuh waktu jauh lebih lama.
Reuters melaporkan pada awal Maret bahwa Iran memasang ranjau Maham-3 dan Maham-7 di Selat Hormuz, jalur sempit selebar 33 km di titik tersempitnya, dengan dua jalur pelayaran utama yang masing-masing hanya selebar 3,2 hingga 3,7 km.
Selain itu, puing-puing dari kapal yang diserang juga harus dibersihkan sebelum jalur pelayaran benar-benar aman.
Tantangan Biaya Pengiriman
Faktor lain adalah tarif sewa VLCC (Very Large Crude Carrier), yakni kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar yang digunakan untuk mengangkut minyak dari kawasan Teluk.
Perang menyebabkan tarif sewa melonjak hingga lebih dari US$400.000 per hari. Bahkan, sebuah kapal tanker tujuan India dilaporkan membayar hingga US$770.000 per hari pada awal Maret.
Analis senior di Rystad Energy, Erik Grundt, mengatakan:
“US$100.000 per hari saja sudah tergolong tarif yang kuat. Ini jauh di atas kondisi normal.”
Ia menambahkan bahwa biaya pengiriman tidak hanya mencakup sewa kapal, tetapi juga bahan bakar, biaya pelabuhan, kanal, dan lainnya, yang bisa menambah sekitar US$50.000 per hari.
Tarif pengiriman ini perlu kembali normal agar krisis pasokan minyak mereda. Stabilisasi tersebut membutuhkan bukti bahwa jalur pelayaran aman serta operasional pemuatan kembali berjalan lancar.
Menurut para ahli, proses ini bisa memakan waktu dua hingga empat minggu, bahkan hingga enam minggu, termasuk untuk penyesuaian asuransi maritim dan pengalihan rute melalui Tanjung Harapan (mengelilingi Afrika).
Namun, semua ini merupakan skenario terbaik.
Jika Pertempuran Berlanjut
Jika perang tidak berakhir dalam waktu dekat, normalisasi bisa memakan waktu berminggu-minggu tambahan, bahkan berbulan-bulan.
Setiap tambahan satu minggu konflik dapat memperpanjang pemulihan pasokan dan harga selama satu hingga dua minggu.
Data yang dimodelkan oleh Federal Reserve Bank of Dallas menunjukkan bahwa penutupan selama 13 minggu dapat membutuhkan hingga delapan minggu untuk pulih.
Jika penutupan berlangsung hingga 26 minggu, pemulihan ekspor dan harga minyak bisa memakan waktu tiga hingga empat bulan.
Penyebab Krisis Energi
Serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026 mengubah kawasan Teluk, yang merupakan pusat ekspor minyak dunia—menjadi zona konflik.