Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Masyarakat Israel Setuju Perang dengan Iran, tapi Warga AS Menolak

LSI: Mayoritas warga Israel dukung perang lawan Iran, namun publik AS dan negara lain justru menolak konflik tersebut

Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
PERANG AS-ISRAEL DENGAN IRAN - Rilis survei nasional dan diskusi publik bertajuk "Legitimasi Publik atas Perang Amerika-Israel dan Iran", di Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). (Ibriza/Tribunnews) 
Ringkasan Berita:
  • Direktur LSI Djayadi Hanan menyebut mayoritas warga Israel mendukung perang melawan Iran bersama Amerika Serikat 
  • Sebaliknya, publik AS dan banyak negara lain justru menolak konflik tersebut 
  • Ia menilai perang ini berdampak global, termasuk pada pasokan energi dan ekonomi dunia.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan mengatakan, mayoritas masyarakat Israel mendukung perang yang melibatkan negara mereka dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran.

Hal itu disampaikan Djayadi Hanan, dalam rilis survei nasional dan diskusi publik bertema “Legitimasi Publik atas Perang Amerika-Israel dan Iran” di Hotel Sari Pacifik Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). 

“Kalau kita perhatikan berbagai polling, jajak pendapat, itu ada banyak sekali, sudah cukup banyak. Di Israel memang polling menunjukkan hampir semua masyarakat atau warga negara Israel itu mendukung perang tersebut, setuju dengan perang tersebut,” ucap Djayadi, dalam paparannya.

Menurutnya, legitimasi Israel terhadap perang dengan Iran sangat kuat. Hal ini berbeda dengan sebagai besar warga AS yang justru menolak serangan tersebut.

Djayadi mengutip polling dari CNN dan New York Times terkait sikap warga AS atas perang tersebut.

Baca juga: Israel Bantah Bunuh Prajurit TNI, Pakar UI: Ini Prematur, Saya Curiga Justru Israel yang Menyerang

“Tetapi di Amerika sendiri ada banyak polling, misalnya yang kami kutip di sini adalah polling dari CNN dan New York Times, secara umum hampir 60 persen rakyat Amerika tidak mendukung serangan tersebut, tidak legitimate,” kata Djayadi.

Ia kemudian menegaskan, perang Israel-Amerika dengan Iran berdampak global, termasuk ke Indonesia, khususnya pada pasokan minyak. 

Kondisi tersebut, kata Djayadi, memicu kekhawatiran sejumlah negara terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok akibat menurunnya pasokan minyak dan gas.

Ia menilai, dampak global membuat isu perang tidak lagi terbatas pada negara yang terlibat, tetapi menjadi perhatian hampir seluruh dunia. Oleh karena itu, banyak negara memberikan respons.

“Di negara-negara demokrasi seperti Eropa ya, seperti Inggris, Jerman, Italia, Belanda, dan seterusnya itu, berbagai jajak pendapat publik menunjukkan bahwa umumnya di negara-negara Eropa, publik menentang serangan tersebut,” jelasnya. 

“Bukan hanya di Eropa tapi juga di Kanada, Australia, di Asia seperti Jepang, itu publik juga umumnya menentang serangan tersebut,” tambah Djyadi.

Sehingga, katanya, secara umum publik di negara-negara tersebut mengharapkan pemerintahnya tidak mendukung perang, bahkan berupaya mencegah krisis keamanan dan ekonomi global yang ditimbulkan.

Djayadi mengatakan, pada akhirnya setiap negara harus mengambil sikap atas konflik yang berlangsung ini melalui kebijakan.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved