Iran Vs Amerika Memanas
Tanggapi Ancaman AS, Iran Persiapkan Serangan yang Lebih Mematikan: Penilaian Kalian Keliru!
Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Letkol Ebrahim Zolfaghari peringatkan AS dan Israel soal serangan yang lebih mematikan.
Ringkasan Berita:
- Setelah pidato Presiden AS Donald Trump berkumandang, Iran secara terang-terangan melontarkan ancaman terhadap Washington.
- Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Letkol Ebrahim Zolfaghari mengatakan bahwa penilaian AS tentang kekuatan militer Iran keliru.
- Ia memperingatkan AS agar tidak terjebak dalam asumsi yang salah mengenai kemampuan pertahanan Teheran.
TRIBUNNEWS.COM - Militer Iran secara terang-terangan melontarkan ancaman akan melancarkan serangan balasan yang lebih besar, lebih luas, dan jauh lebih merusak sebagai respons atas ancaman Amerika Serikat (AS) baru-baru ini.
Seperti diketahui, Presiden AS, Donald Trump dalam pidatonya mengatakan bahwa ia tidak akan mengendurkan serangan terhadap Iran dan justru bakal meningkatkan intensitas gempuran selama dua hingga tiga pekan ke depan.
"Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras. Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat yang seharusnya bagi mereka," tegas Trump, mengutip Arab News.
Trump memaparkan bahwa kekuatan angkatan laut dan udara Iran kini sudah lumpuh.
Tak hanya itu, ia menyebut program nuklir dan rudal balistik Iran telah hancur total.
Menanggapi pidato Trump, Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Letkol Ebrahim Zolfaghari mengatakan bahwa penilaian AS tentang kekuatan militer Iran keliru.
Pihak militer Iran menegaskan bahwa klaim Washington hanyalah isapan jempol belaka.
Mereka memperingatkan AS agar tidak terjebak dalam asumsi yang salah mengenai kemampuan pertahanan Teheran.
"Jangan pernah berpikir Anda telah menghancurkan pusat produksi rudal strategis atau drone jarak jauh kami."
"Asumsi seperti itu justru akan membuat situasi jauh lebih buruk bagi Anda," tegas Letkol Ebrahim Zolfaghari dalam pernyataan resminya, Kamis (2/4/2026), seperti yang diberitakan Anadolu.
Menurut pihak Iran, fasilitas militer yang selama ini menjadi target serangan AS dan Israel hanyalah lokasi yang kurang signifikan.
Baca juga: Pidato Trump Soal Perang Iran Buat Bingung Senator AS: Klaim Menang, tapi Tetap Perang?
Teheran mengklaim memiliki pabrik senjata rahasia yang tidak akan pernah bisa dideteksi maupun dijangkau oleh intelijen Barat.
Iran bersumpah tidak akan berhenti melakukan serangan balasan hingga lawan-lawan mereka menyerah kalah.
"Setelah pukulan telak yang Anda terima, bersiaplah untuk aksi yang lebih kuat dan lebih merusak."
"Perang ini akan berlanjut sampai musuh-musuh kami menyesal sepenuhnya," lanjut pernyataan tersebut.