Iran Vs Amerika Memanas
Jembatan Tertinggi di Iran Runtuh Dirudal AS, 8 Tewas dan Hampir 100 Orang Terluka
Serangan udara AS menghancurkan jembatan utama di dekat Teheran, menewaskan 8 orang dan melukai sekitar 95 lainnya.
“Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa Iran untuk menyerah."
"Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau."
"Setiap jembatan dan bangunan akan dibangun kembali lebih kuat."
"Yang tidak akan pernah pulih adalah kerusakan pada reputasi Amerika.”
Dalam unggahan lain yang bernada tajam, Araghchi memperingatkan Donald Trump dan pihak-pihak yang mendukungnya agar tidak melakukan eskalasi sembrono yang berpotensi menyeret kawasan dan dunia kembali ke dalam ketidakstabilan, terutama dengan mengganggu pasokan energi vital.
“Ada satu perbedaan mencolok antara masa kini dan Zaman Batu: tidak ada minyak atau gas yang dipompa di Timur Tengah saat itu. Apakah Presiden AS dan rakyat Amerika yang menempatkannya di tampuk kekuasaan yakin ingin memutar kembali waktu?” ujarnya.
Mengutip Press TV, pernyataan Araghchi menjadi pengingat jelas akan potensi konsekuensi ekonomi global yang serius jika aliran energi dari Asia Barat terganggu.
Iran menyatakan tetap mengadvokasi perdamaian, stabilitas, dan penghormatan terhadap kedaulatan, namun juga menegaskan kesiapan untuk membela hak-hak sahnya serta kepentingan kawasan dari segala bentuk agresi.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)