Iran Vs Amerika Memanas
NATO Terancam Bubar setelah Trump Ngamuk Soal Perang Iran, Macron Beri Sindiran Keras
Aliansi NATO terancam bubar setelah Presiden AS, Donald Trump marah karena negara-negara Eropa menolak memberikan bantuan saat perang Iran.
Ringkasan Berita:
- NATO terancam bubar setelah Presiden AS, Donald Trump marah karena negara-negara Eropa enggan membantu Washington dalam perang Iran.
- Kemarahan Trump ini, menurut para analis, mengancam akan membuat NATO berada dalam kondisi terlemah sejak pembentukannya.
- Menanggapi ancaman Trump tersebut, Presiden Prancis, Emmanuel Macron memberikan sindiran keras terhadap Presiden AS.
TRIBUNNEWS.COM - Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO terancam bubar setelah terjadi perselisihan dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Perselisihan tersebut terjadi setelah negara-negara Eropa enggan mengirim kapal perang mereka untuk mengamankan Selat Hormuz.
Jalur perdagangan vital itu kini terjepit di tengah konflik udara yang pecah sejak akhir Februari lalu.
Bagi Trump, sikap diam Eropa adalah pengkhianatan di tengah krisis.
"Mereka tidak mau membantu saat kita butuh. NATO bukan jalan satu arah!" tegas Trump, mengutip Reuters.
Kemarahan Trump ini, menurut para analis, mengancam akan membuat NATO berada dalam kondisi terlemah sejak pembentukannya.
"Ini adalah kondisi terburuk yang pernah dialami NATO sejak didirikan," kata Max Bergmann, mantan pejabat Departemen Luar Negeri yang sekarang memimpin Program Eropa, Rusia, dan Eurasia di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington.
"Sangat sulit untuk memikirkan sesuatu yang bahkan mendekati hal itu," lanjutnya.
Trump dan para pejabatnya telah menyatakan kekecewaan atas keengganan NATO untuk membantu AS saat dibutuhkan.
Para pejabat AS telah menyatakan NATO tidak bisa menjadi "jalan satu arah".
Para pejabat Eropa membantah hal itu dengan menyatakan mereka belum menerima permintaan AS untuk aset spesifik bagi misi pembukaan selat tersebut.
Baca juga: Amerika Serikat Keluar dari NATO: Apa Saja Prosedur dan Dampaknya?
Mereka mengeluh Washington tidak konsisten mengenai apakah misi tersebut akan beroperasi selama atau setelah perang.
"Ini adalah situasi yang mengerikan bagi NATO," kata Jamie Shea, mantan pejabat senior NATO.
"Ini merupakan pukulan bagi sekutu yang, sejak Trump kembali ke Gedung Putih, telah bekerja keras untuk menunjukkan bahwa mereka bersedia dan mampu mengambil lebih banyak tanggung jawab (untuk pertahanan mereka sendiri)," tegasnya.
Secara hukum, Trump mungkin tidak memiliki wewenang untuk menarik diri dari NATO.