Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pakar HI Prediksi Supremasi AS Mulai Runtuh Perlahan usai Perangi Iran

Konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat dinilai membuka tanda-tanda melemahnya dominasi global Washington.

HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
KERAHKAN MARINIR - Gambar tangkap layar khbern, Senin (16/3/2026) yang menunjukkan ilustrasi pasukan Amerika Serikat (AS) memasuki pesawat angkut militer saat dikerahkan untuk bertugas. Amerika Serikat dilaporkan sudah mengirimkan kelompok penyerang amfibi yang sangat terlatih dan unit pengintai Korps Marinir ke Timur Tengah di tengah peperangan melawan Iran. Konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat dinilai membuka tanda-tanda melemahnya dominasi global Washington. 

Sementara itu, Kapten Zulmi meninggal pada usia 33 tahun dan Sertu Nur Ichwan meninggal pada usia 26 tahun.

Keduanya gugur ketika sebuah ledakan di pinggir jalan menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3/2026).

Menurut Ahmad, insiden tersebut dapat menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk mempertimbangkan keluar dari keanggotaan BOP.

Selama ini, kata dia, tidak ada justifikasi yang cukup kuat untuk meninggalkan forum tersebut.

CAPAI ISRAEL - Sebuah rudal tandan Iran mencapai wilayah Tel Aviv, Israel pada Kamis (2/4/2026). Serangan Iran ini terjadi hanya beberapa saat setelah pidato Presiden AS, Donald Trump yang mengklaim kalau kemampuan militer Iran sudah dilumpuhkan dalam perang yang sudah memasuki bulan kedua.
CAPAI ISRAEL - Sebuah rudal tandan Iran mencapai wilayah Tel Aviv, Israel pada Kamis (2/4/2026). Serangan Iran ini terjadi hanya beberapa saat setelah pidato Presiden AS, Donald Trump yang mengklaim kalau kemampuan militer Iran sudah dilumpuhkan dalam perang yang sudah memasuki bulan kedua. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni)

“Kalau kemarin mungkin tidak ada alasan untuk diterima untuk keluar dari keanggotaan BOP itu. Jadi sudah seharusnya itu menjadi bagian yang dipertimbangkan oleh pemerintah, Presiden Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri kita terkait dengan keanggotaan kita di BOP,” lanjutnya.

Sahide juga menilai BOP tidak memiliki legitimasi yang kuat di tingkat global.

Ia menyoroti banyak negara besar, khususnya di Eropa, tidak bergabung, sementara keanggotaannya didominasi negara-negara kecil.

“Karena kita juga melihat BOP tidak mempunyai legitimasi yang kuat. Dan kan beberapa negara kuat di Eropa kan tidak bergabung. Kalau kita lihat itu kan banyak negara-negara kecil gitu yang bergabung ke BOP. Jadi kita membuang-buang waktu untuk bergabung di sana,” lanjutnya.

Selain itu, ia menilai serangan Israel terhadap pasukan perdamaian menunjukkan lembaga internasional seperti UNIFIL tidak dihormati.

Kondisi ini, menurutnya, tidak lepas dari posisi Amerika Serikat yang kerap menempatkan diri di atas hukum internasional.

Ia juga mendorong pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara Timur Tengah agar Indonesia dapat memainkan peran strategis, termasuk sebagai mediator konflik.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved