Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Dubes Iran Sebut Isu Perpecahan Sunni dan Syiah Diinisiasi oleh Israel

Duta Besar Republik Islam Iran Mohammad Boroujerdi menyampaikan bahwa perpecahan antar-mahzab sebenarnya diinisiasi oleh Israel.

Ringkasan Berita:
  • Dubes Iran Mohammad Boroujerdi bertemu sejumlah tokoh Islam di kediaman mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
  • Pada momen itu, Boroujerdi menyampaikan bahwa perpecahan antar-mahzab sebenarnya diinisiasi oleh Israel.
  • Tujuan dari pengkotak-kotakan itu, jelasnya, ialah untuk membuat umat Islam lemah sehingga mudah untuk dihancurkan.

TRIBUNNEWS.COM - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan bahwa perpecahan antar-mahzab sebenarnya diinisiasi oleh Israel.

Menurutnya, pengondisian itu dilakukan agar umat Islam dalam bermahzab menjadi terkotak-kotak dan tercerai berai.

Hal itu disampaikan oleh Boroujerdi saat bertemu sejumlah tokoh Islam di kediaman mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Jakarta Selatan pada Jumat (3/4/2026). 

"Perpecahan antar-mazhab, perpecahan antaragama sebenarnya adalah diinisiasi dan dikondisikan oleh Zionis supaya umat Islam kalau dalam bermazhab atau umat manusia dalam jalan beragama menjadi terkotak-kotak, menjadi terpisah-pisah, tercerai-berai," ucapnya kepada wartawan.

Tujuan dari pengkotak-kotakan itu, jelasnya, ialah untuk membuat umat Islam lemah sehingga mudah untuk dihancurkan.

Boroujerdi mengatakan bahwa di Iran sudah tidak ada lagi pembahasan mengenai aliran Sunni dan Syiah.

"Di Iran sudah tidak ada lagi pembahasan Sunni dan Syiah," tuturnya.

Ia menyatakan bahwa di Iran, beberapa wilayah ada yang mayoritasnya Sunni dan begitu pula sebaliknya.

Boroujerdi menegaskan mereka tidak tercerai-berai meskipun memiliki aliran yang berbeda.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat muslim untuk bersatu menghadapi peperangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS)-Israel ke negaranya.

Menurutnya, AS dan Israel telah merencanakan untuk memerangi umat Islam sejak 1.400 tahun yang lalu.

Baca juga: Dubes Iran: Umat Islam Wajib Bersatu Hadapi Amerika-Israel

"Sebaiknya bagi umat Islam, wajib bagi umat Islam untuk bersatu supaya dapat menghadapi bersama-sama serangan-serangan, peperangan-peperangan yang dilancarkan oleh Zionis dan juga bersama Amerika," katanya.

Boroujerdi menyebut, dukungan terhadap Iran ini bukan soal mazhab, melainkan soal martabat seluruh umat Islam.

"Saat ini masalahnya adalah bukan masalah Sunni dan Syiah, masalah Hanafi, Hambali dan mazhab-mazhab yang lain, Syafi'i. Namun masalahnya adalah masalah martabat umat Islam, martabat agama Islam," tuturnya.

Boroujerdi juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang berinisiatif menjadi mediator untuk meredam perang antara AS-Israel dengan Iran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved