Iran Vs Amerika Memanas
Hari ke-36 Perang Iran, 2 Jet Tempur AS Ditembak Jatuh, Krisis Energi dan Pangan Global Kian Parah
Iran klaim jatuhkan 2 jet AS, konflik hari ke-36 makin panas dan picu ancaman krisis energi serta pangan global.
Dampak konflik meluas ke berbagai negara di kawasan Teluk.
Di Uni Emirat Arab, satu orang tewas akibat kebakaran di kompleks gas Abu Dhabi yang dipicu puing serangan.
Kuwait melaporkan serangan ke kilang minyak dan fasilitas desalinasi, sementara Bahrain mencatat empat orang terluka akibat serpihan drone.
Iran juga meluncurkan serangan rudal ke Israel selatan, memicu kebakaran di kawasan industri Negev.
Di front lain, Suriah melaporkan satu korban tewas akibat serangan Israel di wilayah dekat Dataran Tinggi Golan.
Baca juga: Iran Serang Fasilitas Gas UEA dan Kilang Kuwait, Puing Intersepsi Picu Kebakaran dan Korban Jiwa
Sementara di Lebanon, Israel menghancurkan dua jembatan penting di Lembah Bekaa dan Hizbullah membalas dengan serangan roket.
Dampak Global Mulai Terasa
Konflik yang meluas mulai mengguncang stabilitas global. Gangguan distribusi energi, termasuk di Selat Hormuz, memicu lonjakan harga minyak dunia.
Selain energi, sektor pangan juga terdampak. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencatat indeks harga pangan global naik 2,4 persen pada Maret.
Sejumlah negara mulai merasakan dampaknya.
Australia memperingatkan potensi kelangkaan bahan bakar, sementara Pakistan menggratiskan transportasi publik untuk meredam tekanan ekonomi.
AS Siapkan Respons Lebih Besar
Gedung Putih menyatakan Presiden Trump telah menerima laporan lengkap terkait jatuhnya jet tempur dan operasi pencarian pilot.
Di tengah situasi ini, Trump juga mengajukan anggaran pertahanan besar sebesar 1,5 triliun dolar AS untuk tahun 2027.
Analis geopolitik Phyllis Bennis kepada Al Jazeera menyebut insiden jatuhnya jet tempur dapat mengubah dinamika dukungan publik terhadap perang di AS, meski tidak langsung mengubah keseimbangan militer.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)