Selasa, 5 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

'Proyek Kebebasan' Trump di Selat Hormuz Gagal Goyang Harga Minyak Dunia, Brent Flat di 108 Dolar AS

Proyek Kebebasan Trump tak mampu tenangkan pasar. Harga minyak tetap tinggi, gangguan suplai global masih menghantui

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Ketegangan Iran-AS dan penurunan pasokan membuat harga Brent bertahan di atas 108 dolar AS.
  • Harga minyak dunia tetap tinggi meski Presiden AS, Donald Trump meluncurkan “Proyek Kebebasan” di Selat Hormuz.
  • Pasar menilai langkah ini belum cukup memulihkan jalur energi global yang terganggu.

 

TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak global hampir tidak bergerak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan operasi “Project Freedom” (Proyek Kebebasan) untuk membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Al Jazeera melaporkan kontrak berjangka Brent untuk Juli berada di level 108,25 dolar AS per barel pada awal perdagangan, hanya naik tipis 0,08 persen.

Kondisi ini menunjukkan pasar belum percaya bahwa langkah Washington mampu mengatasi krisis energi terbesar saat ini.

Trump menyatakan Amerika Serikat akan “membantu membebaskan” kapal-kapal yang terdampar di Teluk mulai awal pekan.

Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana operasi tersebut akan dijalankan, termasuk apakah akan melibatkan pengawalan militer oleh Angkatan Laut AS.

Reuters melaporkan, minimnya detail operasional membuat pelaku pasar menilai langkah ini lebih bersifat simbolis ketimbang solusi nyata terhadap gangguan distribusi energi global.

Iran Menolak, Ancaman Eskalasi Menguat

Rencana AS langsung mendapat respons keras dari Teheran. Pejabat Iran menegaskan tidak akan bekerja sama dalam pelaksanaan operasi tersebut.

Ketua Komisi Keamanan Nasional parlemen Iran, Ebrahim Azizi, memperingatkan,“Setiap campur tangan Amerika di selat tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.”

Al Jazeera melaporkan penolakan ini memperbesar risiko eskalasi di tengah gencatan senjata rapuh yang telah berlangsung sejak April.

Ketegangan antara kedua negara masih tinggi, terutama terkait kontrol atas jalur pelayaran strategis tersebut.

Baca juga: Iran: Trump Akui Seperti Bajak Laut Blokade Kapal di Selat Hormuz, PBB Harus Bertindak

Serangan Laut Terus Terjadi, Jalur Energi Belum Aman

Di lapangan, ancaman keamanan masih nyata.

Militer Inggris melaporkan sebuah kapal tanker terkena “proyektil tak dikenal” di lepas pantai Uni Emirat Arab, sementara kapal lain diserang di dekat perairan Iran.

Menurut UK Maritime Trade Operations (UKMTO), tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Namun, kejadian ini menegaskan bahwa jalur pelayaran belum aman meski ada upaya pembukaan kembali.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved