Jumat, 17 April 2026

Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Kemlu RI: Agresi Israel yang Serang Pasukan Perdamaian Harus Dimintai Tanggung Jawab

Pemerintah Indonesia meminta agar Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden yang menyasar pasukan perdamaian

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Erik S
Ringkasan Berita:
  • Kemlu RI menilai operasi militer Israel di Lebanon Selatan berisiko destabilisasi dan membahayakan pasukan perdamaian PBB.
  • Indonesia menegaskan perlindungan pasukan perdamaian wajib dijaga, serta pelanggaran terhadap mereka harus dipertanggungjawabkan secara hukum internasional.
  • RI mendesak Dewan Keamanan PBB menyelidiki insiden, sementara jenazah tiga prajurit TNI dipulangkan ke Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri RI menyatakan operasi militer Israel yang terus berlangsung di Lebanon selatan berisiko mendestabilisasi situasi dan dapat akan berkesinambungan membahayakan personel pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB). 

Pernyataan ini disampaikan Kemlu RI menyusul gugurnya 3 prajurit TNI dan 8 lainnya luka-luka akibat agresi militer Israel di Lebanon Selatan.

"Operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan, termasuk pernyataan untuk mempertahankan keberadaan Israel, beresiko mendestabilisasi situasi dan terus membahayakan personel pasukan perdamaian PBB," kata Kemlu RI dalam pernyataan resminya, Sabtu (4/4/2026).

Indonesia menyatakan kembali bahwa keselamatan dan keamanan pasukan perdamaian di bawah naungan PBB tidak bisa ditawar. 

RI menegaskan, setiap tindakan yang membahayakan pasukan perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak bisa dibiarkan tanpa pertanggungjawaban. 

"Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban," lanjutnya. 

Berkenaan dengan situasi ini, Pemerintah Indonesia meminta agar Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden yang menyasar pasukan perdamaian. 

Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan antar negara yang berkontribusi terhadap pasukan perdamaian PBB untuk memperkuat perlindungan. 

“Indonesia kembali meminta agar Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL dan agar segera dilakukan pertemuan antara negara kontributor pasukan untuk UNIFIL untuk melakukan review dan mengambil tindakan penguatan perlindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL,” katanya.

Baca juga: 11 TNI Jadi Korban di Lebanon, Pengamat: Israel Langgar Hukum Humaniter Internasional

Adapun jenazah dari ketiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon yakni Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, tengah dalam perjalanan repatriasi, dan pesawat yang membawa jenazah direncanakan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026) petang.

Gladi upacara penyambutan ketiga jenazah dilangsungkan di Terminal 3 Bandara Soetta. Nantinya jenazah akan disemayamkan di Gedung VVIP Terminal 3. Saat ini hujan turut mengiringi rangkaian upacara penyambutan jenazah ketiga prajurit TNI tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved