Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

2 Jet Tempur AS Berhasil Ditembak Iran, Pilot Masih Hilang, Pertama Kali dalam Beberapa Dekade

Dua jet tempur AS, F-15E dan A-10 berhasil ditembak jatuh oleh Iran. Kini, pencarian pilot jet F-15E masih berlangsung.

Jatuhnya dua pesawat canggih ini menjadi pukulan telak bagi narasi pemerintahan Donald Trump.

Sebelumnya, Trump berulang kali mengklaim militer AS telah menguasai ruang udara Iran sepenuhnya dan menghancurkan radar lawan hingga "100 persen".

Mengutip Washington Post, Meski situasi memanas, Trump tampak tenang saat memberikan keterangan singkat kepada awak media.

Ia menegaskan insiden jatuhnya pesawat ini tidak akan menghentikan langkah diplomatik yang sedang diupayakan untuk mengakhiri perang.

Misi penyelamatan ini disebut-sebut sebagai momen paling berbahaya bagi militer AS sejak konflik pecah.

Pasukan khusus Amerika harus berpacu dengan waktu di bawah ancaman tembakan artileri Iran.

Baca juga: Jet Tempur AS Jatuh di Iran, Pilot Diburu Lewat Sayembara Berhadiah

Bahkan, dua helikopter SAR yang dikirim untuk mengevakuasi korban dilaporkan turut terkena tembakan Iran hingga melukai sejumlah personel di dalamnya.

"Semakin lama seseorang berada di darat di wilayah musuh, semakin kecil peluang untuk menyelamatkan mereka dengan aman," ujar pensiunan Jenderal James Slife, mantan komandan Operasi Khusus Angkatan Udara AS.

IRGC Puji Keberhasilan Suku-suku Iran

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi memberikan apresiasi tinggi kepada komunitas suku-suku lokal di Iran yang dianggap berhasil melumpuhkan kekuatan udara lawan.

Dalam laporan terbaru, IRGC mengonfirmasi dua helikopter jenis Black Hawk jatuh setelah ditembak oleh kelompok suku di wilayah terpencil.

Pernyataan ini tertuang dalam rilis resmi Operasi "True Promise" No. 55 yang menandai hari ke-35 konflik.

IRGC menyebut aksi heroik warga sipil dari suku-suku di Provinsi Kohgiluyeh, Boyer-Ahmad, dan wilayah Bakhtiari ini sebagai bukti "kekuatan sejati" rakyat Iran.

Berdasarkan keterangan IRGC, kedua helikopter Black Hawk tersebut terdeteksi melanggar wilayah udara Iran secara ilegal.

Pesawat-pesawat itu diduga kuat sedang menjalankan misi pencarian dan penyelamatan untuk mengevakuasi pilot dari jet tempur F-15 yang sebelumnya telah ditembak jatuh.

Namun, misi tersebut digagalkan oleh unit-unit pertahanan suku di daerah pegunungan yang melepaskan tembakan secara mandiri hingga mengenai target.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved