Jumat, 10 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Babak Belur! Biaya Perang Melawan Iran Membengkak, Kerugian Militer Capai Miliaran Dolar

AS babak belur! Biaya perang melawan Iran tembus Rp34 triliun per hari, kerugian militer miliaran dolar, Trump ajukan dana jumbo ke Kongres.

Operasi ini disebut menjadi bagian dari strategi militer AS dalam merespons eskalasi yang terjadi di kawasan, meskipun komunikasi diplomatik tetap dibuka dengan sejumlah pihak terkait.

Selain itu, kehadiran pasukan Marinir Amerika Serikat di wilayah tersebut juga membuka kemungkinan dilakukannya operasi darat jika diperlukan.

Pemerintah AS menegaskan bahwa seluruh opsi militer masih berada dalam pertimbangan sebagai bagian dari strategi pertahanan dan respons cepat terhadap perkembangan situasi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat belum mengurangi tekanan militernya di kawasan, sehingga situasi di Timur Tengah masih berada dalam kondisi tegang dan dinamis.

Trump Ajukan Dana Jumbo Militer ke Kongres

Mengutip dari Straits Times, demi menggenjot anggaran perang Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajukan permintaan anggaran pertahanan besar-besaran kepada Kongres dalam proposal yang diajukan pada 3 April.

Dalam usulan tersebut, Trump meminta persetujuan dana sebesar 1,5 triliun dolar AS atau sekitar Rp 25.470 triliun untuk tahun fiskal 2027.

Berdasarkan rancangan anggaran yang dirilis Gedung Putih, tambahan dana tersebut akan meningkatkan total pagu anggaran pertahanan Amerika Serikat hingga sekitar 44 persen.

Jika disetujui oleh Kongres, kebijakan ini akan menjadi salah satu investasi militer terbesar dalam sejarah AS, bahkan disebut sebagai yang tertinggi sejak era Perang Dunia II.

Namun dibalik rencana peningkatan anggaran militer tersebut, pemerintah Amerika Serikat juga menghadapi konsekuensi fiskal yang besar.

Untuk menutup lonjakan kebutuhan pembiayaan pertahanan, pemerintahan Trump mengusulkan pemotongan anggaran sekitar 73 miliar dolar AS dari sektor non-pertahanan.

Pemangkasan ini diperkirakan berdampak pada berbagai program domestik, termasuk sektor lingkungan, bantuan perumahan, hingga pendanaan pendidikan yang selama ini menjadi bagian dari layanan publik.

Dengan kebijakan tersebut, sebagian dana yang sebelumnya dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat akan dialihkan untuk memperkuat kebutuhan militer di tengah meningkatnya ketegangan global.

Gedung Putih menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menekan pengeluaran yang dinilai tidak efisien, sekaligus mendorong pembagian beban anggaran kepada pemerintah negara bagian dan daerah agar beban keuangan federal dapat lebih terkendali.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved