Iran Vs Amerika Memanas
Serangan Iran Berulang Guncang UEA dan Kuwait, Warga Jadi Korban
Sebagian besar proyektil berhasil dicegat, namun puing-puing dari pencegatan tersebut tetap menimbulkan dampak di darat
Target Strategis
Serangan tidak hanya menyasar wilayah permukiman, tetapi juga infrastruktur vital.
Pada hari Minggu, fasilitas energi menjadi target utama.
Di UEA, kawasan industri Ruwais mengalami kebakaran di sebuah pabrik petrokimia setelah dihantam serangan drone.
Sementara di Kuwait, beberapa fasilitas penting terdampak, termasuk unit operasional Kuwait Petroleum Corporation yang mengalami kerusakan material berat.
Selain itu, kompleks Shuwaikh—yang menampung kementerian minyak dan kantor pusat KPC—juga menjadi sasaran serangan.
Tidak hanya itu, dua pabrik desalinasi dilaporkan mengalami kerusakan, yang berpotensi memengaruhi pasokan air bersih di negara tersebut.
Baca juga: Dubes Iran Blak-blakan Soal Nasib Kapal Tanker Indonesia di Selat Hormuz: Perlu Komunikasi Intensif
Media pemerintah Kuwait juga melaporkan bahwa sebuah drone menghantam kompleks kantor pemerintahan, menyebabkan kerusakan signifikan meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.
Serangan ini tidak hanya berdampak pada warga lokal, tetapi juga pekerja asing yang banyak berada di sektor industri Teluk.
Seorang warga Mesir dilaporkan tewas dalam insiden sebelumnya di kompleks Habshan, Abu Dhabi, setelah terkena puing dari intersepsi.
Selain itu, beberapa warga Pakistan juga dilaporkan terluka. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut, menyoroti dimensi internasional dari konflik ini.
Eskalasi Konflik yang Lebih Luas
Serangan-serangan ini merupakan bagian dari eskalasi yang lebih luas antara Iran dan negara-negara yang bersekutu dengan Barat.
Kampanye militer yang berlangsung selama beberapa minggu terakhir disebut sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.
Pola serangan yang terus berulang, dengan target yang semakin luas dan strategis, menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik ini dapat berkembang menjadi konfrontasi regional yang lebih besar.
Negara-negara Teluk kini berada dalam posisi siaga tinggi, dengan sistem pertahanan udara yang terus diaktifkan dan koordinasi keamanan yang diperkuat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Peluncuran-rudal-balistik-Qassem-Basir-milik-Iran-rudal-iran.jpg)