Iran Vs Amerika Memanas
Trump Pastikan Terus Hancurkan Infrastruktur Sipil Iran: Mereka Itu 'Binatang'
Donald Trump menyebut orang Iran sebagai “binatang”, sebuah istilah yang memicu kecaman luas dari komunitas internasional.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa angkatan udara Israel “telah menyerang dengan kekuatan penuh fasilitas petrokimia terbesar di Iran, yang bertanggung jawab atas sekitar 50 persen produksi petrokimia negara itu.” Pernyataan ini menegaskan bahwa serangan dilakukan secara sistematis terhadap jantung ekonomi Iran.
Sehari sebelumnya, Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz.
“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit dan Hari Jembatan, semua dalam satu di Iran. Buka selat itu, atau kalian akan hidup dalam neraka,” kata Trump dalam pernyataan kerasnya.
Serangan terhadap infrastruktur sipil Iran bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Bandar Imam, kompleks petrokimia terbesar kedua di Iran, juga menjadi sasaran. Iran merespons dengan menyerang zona industri Neot Hovav di Negev, Israel, pada 5 April.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa setiap agresi terhadap target non-militer akan dibalas dengan serangan lebih luas. “Jika serangan terhadap target sipil diulang, fase kedua operasi akan lebih destruktif,” tegas IRGC.
Incar Institusi Pendidikan
Selain fasilitas energi, serangan gabungan AS-Israel juga menyasar institusi pendidikan. Duta Besar Iran untuk PBB, Saeed Iravani, mengecam serangan terhadap Universitas Teknologi Sharif dan sebagian Universitas Shahid Beheshti. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai “kejahatan perang dan terorisme negara.”
Dalam surat resmi kepada Sekjen PBB António Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB Jamal Fares Alrowaiei, Iravani menegaskan bahwa serangan terhadap universitas adalah pelanggaran berat hukum humaniter internasional.
Ia menuntut komunitas internasional segera bertindak dan meminta pertanggungjawaban penuh atas agresi tersebut.
Iran menilai penghancuran fasilitas akademik sebagai upaya sistematis untuk melumpuhkan kapasitas intelektual dan masa depan teknologi bangsa.
“Target terhadap universitas adalah pesan jelas untuk mematikan otak dari kemajuan Iran,” ujar seorang pejabat keamanan regional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TUJUAN-PERANG-AS-DI-IRAN-GAGAL-TOTAL.jpg)