Iran Vs Amerika Memanas
Selat Hormuz Tak Lagi Gratis, Iran-Oman Siap Pungut Tarif Transit, Dunia Waspada Dampak Global
Iran siap buka Selat Hormuz saat gencatan senjata, namun rencana tarif transit picu kekhawatiran global.
Berdasarkan hukum laut internasional UNCLOS, negara yang berbatasan dengan selat tidak diperbolehkan mengenakan biaya hanya untuk hak melintas.
Meski demikian, Iran disebut ingin memanfaatkan kendali strategisnya atas jalur tersebut sebagai bagian dari negosiasi geopolitik dan pemulihan ekonomi pascakonflik.
Situasi ini menandakan bahwa meski gencatan senjata membuka peluang deeskalasi, ketegangan terkait kontrol jalur energi global masih jauh dari selesai.
Selat Hormuz kini bukan hanya jalur perdagangan, tetapi juga menjadi alat tawar dalam dinamika konflik dan negosiasi internasional.
Gencatan Senjata Perang Iran
Trump mengumumkan Washington telah menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai upaya mengakhiri perang.
Presiden Amerika tersebut menilai rencana tersebut sebagai “dasar yang layak untuk bernegosiasi” dan membuka peluang berlanjutnya dialog antara kedua pihak.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa pernyataan Trump sudah jelas dan negosiasi akan terus berjalan.
“Ini adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi, dan proses itu akan terus berlanjut,” ujar Leavitt.
Ia juga mengklaim tekanan dari Amerika Serikat, termasuk kekuatan militer, telah mendorong Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari perkembangan terbaru dalam negosiasi.
Apa isi 10 butir syarat gencatan senjata yang diajukan Iran?
Lembaga penyiaran milik pemerintah Iran merilis rincian 10 butir syarat gencatan senjata yang diajukan Teheran:
- Penghentian total perang di Irak, Lebanon, dan Yaman
- Penghentian perang terhadap Iran secara menyeluruh dan permanen tanpa batas waktu
- Pengakhiran seluruh konflik di kawasan secara menyeluruh
- Pembukaan kembali Selat Hormuz
- Pembentukan protokol dan persyaratan untuk menjamin kebebasan serta keamanan navigasi di Selat Hormuz
- Pembayaran penuh kompensasi biaya rekonstruksi kepada Iran
- Komitmen penuh untuk mencabut sanksi terhadap Iran
- Pembebasan dana dan aset Iran yang dibekukan dan ditahan oleh Amerika Serikat
- Komitmen penuh Iran untuk tidak mengupayakan kepemilikan senjata nuklir
- Gencatan senjata segera berlaku di seluruh lini begitu seluruh persyaratan di atas disetujui
Baca juga: Putuskan Gencatan Senjata 2 Minggu, Trump Puji Pakistan karena Jadi Mediator AS-Israel Vs Iran
Dikutip dari BBC, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menyatakan bahwa perundingan akan digelar di Islamabad, ibu kota Pakistan, dalam jangka waktu maksimal 15 hari untuk "memfinalisasi" rincian kesepakatan.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa perundingan dilakukan agar "kemenangan Iran di medan perang juga dapat dikonsolidasikan dalam perundingan politik".
Pernyataan SNSC itu melampaui 10 butir syarat gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan televisi pemerintah Iran.
Dalam pernyataan tersebut juga diklaim bahwa AS telah menyetujui sejumlah poin berikut:
- Menjamin tidak akan mengulangi agresi terhadap Iran
- Melanjutkan kendali Iran atas Selat Hormuz
- Menerima pengayaan [uranium]
- Mencabut seluruh sanksi primer dan sekunder terhadap Iran
- Mengakhiri seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA)
- Membayar kompensasi kepada Iran
- Menarik pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan
- Menghentikan perang di seluruh lini, termasuk terhadap "perlawanan Islam di Lebanon"
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)