Iran Vs Amerika Memanas
Paus Leo XIV Sambut Baik Gencatan Senjata antara AS dan Iran
Paus pertama asal Amerika Serikat ini juga mendesak agar kedua belah pihak terus melanjutkan negosiasi guna mengakhiri konflik secara permanen
Sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV kerap menekankan pentingnya mengedepankan dialog dan menghindari kekerasan bersenjata dalam menyelesaikan konflik antarnegara.
Sikap tegasnya menentang perang Iran ini merupakan cerminan dari keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi, termasuk banyaknya korban sipil yang berjatuhan dan kacaunya stabilitas kawasan.
Audiensi umum di Lapangan Santo Petrus pada hari Rabu itu pun disimak dengan saksama oleh ribuan peziarah yang memadati lokasi.
Sebagian besar dari mereka menyambut hangat pesan perdamaian yang digaungkan oleh Sang Bapa Suci.
Sebelum kecaman pada Selasa, Paus Leo XIV telah berulang kali menyebut perang di Iran sebagai "skandal kemanusiaan" dan mendesak gencatan senjata segera demi melindungi warga sipil yang tak bersalah.
Sikap tegasnya menentang perang Iran ini merupakan cerminan dari keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi, termasuk banyaknya korban sipil yang berjatuhan dan kacaunya stabilitas kawasan.
Melansir dari Vatican News, Paus Leo XIV telah berulang kali mengeluarkan seruan "Cease the fire!" (Hentikan peperangan) sejak Maret 2026,
Paus juga terus menyerukan pembukaan kembali jalur dialog demi kepentingan umat Kristen di Timur Tengah dan semua orang yang berkehendak baik.
Baca juga: Di Tengah Ketegangan Selat Hormuz dan Dinamika Energi Global, Masyarakat Diajak Perkuat Persatuan
Di sisi lain, kesepakatan gencatan senjata dua minggu ini juga menuai reaksi beragam di kalangan pemimpin dunia.
Beberapa analis melihat langkah Trump mundur dari ancaman eskalasi sebagai upaya mencari jalan keluar dari konflik yang berpotensi meluas, termasuk risiko gangguan pasokan energi global melalui Selat Hormuz.
Namun, Paus Leo XIV mengingatkan gencatan senjata sementara saja tidak cukup.
Paus juga mengajak seluruh umat beriman untuk terus berdoa bagi perdamaian abadi, bukan hanya penghentian sementara kekerasan.
(Tribunnews.com/Bobby)