Iran Vs Amerika Memanas
Paus Leo XIV Sambut Baik Gencatan Senjata antara AS dan Iran
Paus pertama asal Amerika Serikat ini juga mendesak agar kedua belah pihak terus melanjutkan negosiasi guna mengakhiri konflik secara permanen
Ringkasan Berita:
- Paus Leo XIV menyambut baik kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran, serta mendesak agar perundingan terus dilanjutkan demi perdamaian permanen
- Secara langka, Paus menegur langsung Presiden AS Donald Trump dan menyebut ancamannya untuk menghapus peradaban Iran sebagai hal yang sama sekali tak bisa diterima
- Sikap tegas Bapa Suci ini didorong oleh rasa prihatin yang mendalam atas banyaknya korban sipil dan hancurnya stabilitas kawasan yang ia sebut sebagai "skandal kemanusiaan"
TRIBUNNEWS.COM - Paus Leo XIV menyambut baik kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran.
Melansir dari Reuters, Paus mengaku lega atas pengumuman gencatan senjata ini.
Paus pertama asal Amerika Serikat ini juga mendesak agar kedua belah pihak terus melanjutkan negosiasi guna mengakhiri konflik di kawasan tersebut secara permanen.
"Di tengah memuncaknya ketegangan di Timur Tengah dan seluruh dunia selama beberapa jam terakhir, saya sangat menyambut baik... pengumuman pemberlakuan segera gencatan senjata selama dua minggu," ujar Paus Leo XIV, dalam audiensi umum mingguannya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Rabu (8/4/2026).
"Satu-satunya jalan untuk mengakhiri perang adalah dengan kembali ke meja perundingan," tegasnya.
Paus Leo, yang selama ini dikenal sangat berhati-hati dalam berucap, kian tajam menyoroti agresi militer AS dan Israel terhadap Iran.
Sosok Paus Leo XIV bahkan sempat mengecam langsung Donald Trump atas pernyataan bernada ancaman yang sebelumnya ditujukan kepada Iran.
Seperti yang dikabarkan sebelumnya, Trump sempat membuat Paus Leo meradang karena ancaman ingin menghapus peradaban Iran.
Ancaman tersebut disampaikan Trump beberapa jam sebelum tenggat waktu perjanjian gencatan senjata yang diakhiri pada Rabu pukul 07.00 WIB.
Merespons pernyataan Trump tersebut, Paus Leo XIV pun memberikan respons yang tak diduga.
Baca juga: Trump Ancam Keluar dari NATO, Rutte Bergerak Redakan Ketegangan
Dalam kunjungannya di Castel Gondolfo, Italia pada Selasa (7/4/2026), Paus mengatakan kepada awak media, ancaman yang diucapkan Trump adalah hal yang benar-benar tidak bisa diterima.
Sikap ini terbilang sangat langka dikeluarkan oleh seorang Paus.
Sebagai pemimpin spiritual bagi sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia, seorang Paus jarang sekali memberikan teguran atau respons langsung kepada seorang kepala negara.
Pernyataan Paus Leo XIV ini sendiri muncul di tengah panasnya eskalasi di Timur Tengah.
Adapun gencatan senjata sementara ini diharapkan Paus bisa menjadi batu loncatan menuju perdamaian yang lebih langgeng di kawasan tersebut, meski tantangan berat masih membentang.