Dari Plato ke Politik, Studi Klasik Barat di China Jadi Sorotan
ketertarikan China terhadap studi Yunani dan Latin di tengah menurunnya perhatian terhadap bidang tersebut meningkat.
“Barat modern dapat dipisahkan secara konseptual dari Barat kuno,” demikian dikutip dari analisis tersebut.
Sejumlah pengamat menilai bahwa unsur pemikiran klasik yang dianggap “anti-demokrasi” dalam karya filsuf seperti Plato justru dipandang relevan oleh pemerintah China dalam mendukung narasi ideologisnya.
Dalam konteks ini, studi klasik tidak lagi dipandang semata sebagai bidang akademik, melainkan juga sebagai instrumen untuk memperkuat posisi ideologis dan diplomasi budaya China di tingkat global.
Fenomena ini juga terjadi di tengah penurunan minat terhadap studi klasik di Barat, yang memberi ruang bagi China untuk mengambil peran lebih besar dalam bidang tersebut.
Namun, pengamat menilai pendekatan China terhadap studi klasik tetap membawa dimensi politik yang kuat.
Seperti halnya sektor lain, pengembangan bidang ini disebut tidak terlepas dari agenda strategis yang lebih luas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-bendera-china.jpg)