Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Sosok 4 Negosiator Iran Melawan AS di Meja Perundingan Pakistan

Iran mengirim 4 tim negosiator yakni Abbas Araghchi, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ali Akbar Ahmadian, dan Abdolnaser Hemmati.

|
Penulis: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Foto tangkapan layar X Kemlu Pakistan
NEGOSIATOR IRAN - Delegasi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, tiba di Ibu Kota Pakistan, Islamabad pada Jumat (10/4/2026) malam. 

Selama bertahun-tahun, Araghchi yang berwatak lembut telah mendapatkan reputasi, seperti  yang digambarkan Reuters   , sebagai "ahli negosiasi yang sulit", terutama setelah perannya dalam pembicaraan yang mengarah pada perjanjian nuklir Iran dengan AS pada tahun 2015.

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, ia secara konsisten menggambarkan serangan AS-Israel sebagai "ilegal" dan "tanpa provokasi".

Mohammad Bagher Ghalibaf

Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen Iran, secara luas dianggap sebagai anak didik Ali Khamenei dan orang kepercayaan pemimpin Iran saat ini Mojtaba Khamenei.

Semasa remaja, Ghalibaf mendirikan Asosiasi Mahasiswa Islam, yang kemudian berkembang menjadi organisasi nasional, menurut Press TV .

Pada usia 18 tahun, ia bergabung dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) setelah pecahnya perang Iran-Irak pada awal tahun 1980-an.

Berada di garis depan memainkan peran penting dalam perebutan kembali Khorramshahr dari pasukan Saddam Hussein pada tahun 1982.

Kenaikan Ghalibaf dalam lembaga keamanan Iran berlangsung cepat.

Pada tahun 1997, ia telah diangkat menjadi komandan Angkatan Udara IRGC sebelum dipilih oleh Khamenei sebagai kepala kepolisian nasional Iran.

Mohammad Bagher Ghalibaf
Mohammad Bagher Ghalibaf (MNA)

Sebagai seorang konservatif, Ghalibaf telah berulang kali mencalonkan diri sebagai presiden, yaitu pada tahun 2005, 2013, dan 2024, serta sempat mengikuti pemilihan presiden 2017 sebelum mengundurkan diri dan memberi kesempatan kepada Ebrahim Raisi.

Pada tahun 2020, ia terpilih sebagai ketua parlemen, sebuah kenaikan jabatan yang secara luas dikaitkan dengan kesetiaannya kepada Khamenei.

Terlepas dari peran politik formalnya, Ghalibaf tetap sangat berpengaruh dalam lembaga keamanan Iran dan dianggap sangat berpengaruh di dalam IRGC.

Baru-baru ini, ia menggantikan Ali Larijani setelah pembunuhannya dalam serangan AS-Israel.

Hubungannya yang sudah lama dengan elit militer Iran sangat erat — ia juga merupakan rekan dekat Qasem Soleimani, komandan berpengaruh yang dibunuh oleh pemerintahan Trump pertama pada tahun 2020.

Selama perang AS-Israel dengan Iran, Ghalibaf memposisikan dirinya sebagai penasihat keuangan, secara aktif berupaya memperluas medan pertempuran ke ranah ekonomi dan keuangan, mengeluarkan peringatan tajam kepada investor global dan lembaga-lembaga yang terkait dengan upaya militer AS.

Dalam konteks politik Iran saat ini, ia digambarkan sebagai "sosok langka yang portofolionya mencakup fungsi militer, keamanan, dan politik rezim".

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved