Iran Vs Amerika Memanas
Muncul Plot Pembunuhan Para Negosiator Iran yang Tengah Berunding dengan AS di Pakistan
Pesawat yang mengangkut para negosiator pejabat Iran tiba di Islamabad Pakistan pada Jumat (10/4/2026) malam dengan selamat.
Bagi warga Iran, 28 Februari bukan hanya tanggal dimulainya perang—tetapi juga hari di mana kepolosan terkubur.
Otoritas Iran dengan tegas menyatakan pasukan AS bertanggung jawab atas serangan itu, menggambarkannya sebagai tindakan agresi terang-terangan terhadap warga sipil dan pelanggaran hukum internasional.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengkonfirmasi bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Namun belum ada temuan yang dirilis, belum ada pengakuan yang dibuat, dan belum ada pertanggungjawaban publik yang menyusul.
Dengan menamai pesawat itu “Minab-168,” Teheran memberi sinyal bahwa mereka tidak akan memisahkan diplomasi dari ingatan, maupun negosiasi dari keadilan.
Sementara Wakil Presiden AS JD Vance memperingatkan bahwa Washington tidak akan mentolerir dipermainkan di meja perundingan.
Saat diskusi berlangsung di Pakistan menyusul gencatan senjata yang rapuh, bayang-bayang Minab masih membayangi.
Bagi Iran, pesannya sangat jelas anak-anak Minab bukanlah catatan kaki dalam konflik ini. Mereka adalah suara hati nurani konflik ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PROGRAM-NUKLIR-IRAN-Menlu-Iran-Abbas-Araghchi-tengah-s.jpg)