Iran Vs Amerika Memanas
Presiden China Usulkan 4 Poin Rencana Perdamaian Perang Iran: Sindir AS Soal Hukum Rimba
Presiden China Xi Jinping, menyindir AS atas tindakan unilateralnya terhadap musuh-musuhnya, tindakan yang dia sebut sebagai hukum rimba.
Presiden China Usulkan 4 Poin Rencana Perdamaian Perang Iran: Sindir AS Soal Hukum Rimba
TRIBUNNEWS.COM - Presiden China, Xi Jinping, Selasa (14/4/2026) mengajukan proposal empat poin untuk perdamaian di Asia Barat.
Dalam pernyataannya, Jinping memperingatkan kalau dunia tidak boleh dibiarkan "kembali ke hukum rimba".
Sebagai informasi, saat ini Tiongkok sedang menyelenggarakan serangkaian pertemuan dengan para pemimpin dari Rusia, Uni Emirat Arab (UEA), dan Spanyol.
Baca juga: Perang Amerika-Israel Vs Iran, Pemenangnya Adalah Rusia, Berikut Ini Alasannya
Saat bertemu dengan Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, putra mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), di Balai Besar Rakyat di Beijing, Xi menyerukan untuk menjaga "otoritas supremasi hukum".
Ini adalah komentar substantif pertama yang dibuat oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping setelah dimulainya agresi AS-Israel terhadap Iran, pada 28 Februari.
“Otoritas hukum internasional harus dijaga; hukum internasional tidak boleh diterapkan secara selektif atau diabaikan ketika tidak menguntungkan, dan dunia tidak boleh dibiarkan kembali ke hukum rimba,” kata Xi, menyindir AS atas tindakan unilateralnya terhadap musuh-musuhnya.
Usulan empat poin yang diajukan oleh Presiden Tiongkok terdiri dari:
- Kepatuhan pada prinsip hidup berdampingan secara damai
- Kepatuhan pada prinsip kedaulatan nasional
- Kepatuhan pada prinsip supremasi hukum internasional
- Kepatuhan pada koordinasi pembangunan dan keamanan.
Kantor berita Xinhua melaporkan, pada kesempatan itu Xi Jinping juga menekankan pentingnya membangun arsitektur keamanan bersama, komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan di Asia Barat dan kawasan Teluk.
"Xi menegaskan bahwa Tiongkok selalu menghargai hubungannya dengan UEA dan menganggapnya sebagai mitra strategis komprehensif di Asia Barat," kata laporan itu.
Ia menyatakan bahwa hubungan tersebut telah berkembang melalui kerja sama pragmatis dan pertukaran budaya.
Jamu Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez
Presiden Xi Jinping juga menjamu Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez di Aula Besar.
Pertemuan ini menandai kunjungan keempat Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dalam empat tahun.
Xi menekankan bahwa dunia sedang dalam "kekacauan" dan menghadapi persaingan antara "aturan hukum dan aturan kekuasaan".
Ia menyebut Sanchez sebagai "perantara kunci" antara Tiongkok dan Uni Eropa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Donald-Trump-dan-Xi-Jinping.jpg)