Iran Vs Amerika Memanas
AS Kejar Kesepakatan Komprehensif dengan Iran, PBB Serukan Negosiasi Serius
AS terus negosiasi dengan Iran. Trump incar kesepakatan besar cegah nuklir, sementara PBB mendesak diplomasi agar konflik tak meluas
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan dimulainya kembali negosiasi serius terkait konflik di Timur Tengah, khususnya potensi eskalasi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pernyataan itu disampaikan di Markas Besar PBB di New York.
Guterres menyoroti bahwa hukum internasional saat ini tengah “diinjak-injak” di berbagai belahan dunia.
Ia menyebut aturan penggunaan kekuatan diabaikan, kewajiban kemanusiaan dilanggar, dan warga sipil menjadi pihak yang paling menderita.
Menurutnya, pelanggaran hukum internasional hanya akan memperparah kekacauan dan kehancuran.
Baca juga: Iran Peringatkan AS, Blokade Selat Hormuz Berisiko Serius Terhadap Perdagangan Global
Ia menegaskan bahwa kondisi ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen terhadap hukum internasional, bukan justru meninggalkannya.
Guterres juga menekankan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik yang sedang berkembang. Ia mendesak agar gencatan senjata tetap dijaga dan negosiasi dilanjutkan secara serius guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Selain itu, ia meminta semua pihak menghormati kebebasan navigasi internasional, termasuk di Selat Hormuz.
Guterres menegaskan bahwa saat ini adalah waktu untuk menahan diri dan mengedepankan diplomasi, bukan memperburuk konflik.
Terkait pembicaraan yang sedang berlangsung, Guterres mengingatkan bahwa konflik kompleks tidak bisa diselesaikan dalam satu pertemuan.
Namun, ia menilai proses dialog tetap penting untuk membuka jalan menuju perubahan dan meredakan ketegangan jangka panjang. (Anadolu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ASPBB1111.jpg)