Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Kejar Kesepakatan Komprehensif dengan Iran, PBB Serukan Negosiasi Serius

AS terus negosiasi dengan Iran. Trump incar kesepakatan besar cegah nuklir, sementara PBB mendesak diplomasi agar konflik tak meluas

Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Kolase Tribunnews.com/UN/Anadolu
KONFLIK AS IRAN - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance (kiri) dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan Donald Trump menginginkan kesepakatan komprehensif dengan Iran untuk memastikan negara itu tidak memiliki senjata nuklir. Negosiasi masih berlangsung meski terkendala rendahnya kepercayaan. Sementara itu, Antonio Guterres mendesak diplomasi guna mencegah eskalasi konflik (UN/Anadolu) 

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan dimulainya kembali negosiasi serius terkait konflik di Timur Tengah, khususnya potensi eskalasi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pernyataan itu disampaikan di Markas Besar PBB di New York.

Guterres menyoroti bahwa hukum internasional saat ini tengah “diinjak-injak” di berbagai belahan dunia.

Ia menyebut aturan penggunaan kekuatan diabaikan, kewajiban kemanusiaan dilanggar, dan warga sipil menjadi pihak yang paling menderita.

Menurutnya, pelanggaran hukum internasional hanya akan memperparah kekacauan dan kehancuran.

Baca juga: Iran Peringatkan AS, Blokade Selat Hormuz Berisiko Serius Terhadap Perdagangan Global

Ia menegaskan bahwa kondisi ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen terhadap hukum internasional, bukan justru meninggalkannya.

Guterres juga menekankan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik yang sedang berkembang. Ia mendesak agar gencatan senjata tetap dijaga dan negosiasi dilanjutkan secara serius guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Selain itu, ia meminta semua pihak menghormati kebebasan navigasi internasional, termasuk di Selat Hormuz.

Guterres menegaskan bahwa saat ini adalah waktu untuk menahan diri dan mengedepankan diplomasi, bukan memperburuk konflik.

Terkait pembicaraan yang sedang berlangsung, Guterres mengingatkan bahwa konflik kompleks tidak bisa diselesaikan dalam satu pertemuan.

Namun, ia menilai proses dialog tetap penting untuk membuka jalan menuju perubahan dan meredakan ketegangan jangka panjang. (Anadolu) 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved