Rabu, 3 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Menlu Rusia Tawarkan Diri Jadi Penengah Penyelesaian Konflik Iran-AS

Rusia mendukung kesediaan Iran melanjutkan upaya diplomatik untuk mengatasi akar penyebab konflik dan memastikan stabilitas jangka panjang di Teluk.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
TASS News Agency/via Kyodo
JURU DAMAI - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan Rusia siap berkontribusi membantu menyelesaikan konflik perang Iran dengan Amerika Serikat.Rusia ingin mengembangkan konsep keamanan untuk Teluk Persia yang akan melibatkan semua negara regional dan didukung oleh negara-negara non-regional yang mampu memengaruhi proses negosiasi secara positif. 

Ringkasan Berita:
  • Rusia ingin terlibat langsung mencari solusi atas konflik perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.
  • Rusia mengajukan proposal konsep keamanan untuk Teluk Persia yang akan melibatkan semua negara regional dan didukung oleh negara-negara non-regional.
  • Rusia mendukung kesediaan Iran melanjutkan upaya diplomatik untuk mengatasi akar penyebab konflik dan memastikan stabilitas jangka panjang di Teluk.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan Rusia siap berkontribusi membantu menyelesaikan konflik perang Iran dengan Amerika Serikat.

Hal itu terungkap dalam pembicaraan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melalui telepon membahas perkembangan regional terkini pada hari Selasa, seperti dilaporkan kantor berita TASS Rusia.

“Lavrov menyoroti pentingnya mencegah dimulainya kembali konfrontasi bersenjata dan menegaskan kembali kesiapan Rusia untuk terus berkontribusi dalam menyelesaikan krisis, yang tidak memiliki solusi militer," sebut Kementerian Luar Negeri Rusia.

Ia menunjuk pada inisiatif Rusia untuk mengembangkan konsep keamanan untuk Teluk Persia yang akan melibatkan semua negara regional dan didukung oleh negara-negara non-regional yang mampu memengaruhi proses negosiasi secara positif.”

Araghchi memberi tahu Lavrov tentang detail pembicaraan Iran-AS yang diadakan di Islamabad pada 11 April 2026 lalu. 

“Rusia menyambut baik kesediaan Iran untuk melanjutkan upaya diplomatik guna menemukan solusi yang memungkinkan untuk mengatasi akar penyebab konflik dan memastikan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut, dengan mempertimbangkan kepentingan sah Iran dan negara-negara tetangganya,” tambah pernyataan itu.

Baca juga: Iran Peringatkan AS, Blokade Selat Hormuz Berisiko Serius Terhadap Perdagangan Global

Militer AS menyerang Iran dengan mengerahkan kekuatan milternya secara besar-besaran pada 28 Februari 2026.

Dalam serangan tersebut, militer AS membunuh mendiang Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan beberapa komandan militer.

Iran membalasnya dengan melancarkan serangkaian serangan balasan selama 40 hari, menargetkan instalasi militer Amerika di Timur Tengah dan Israel.

Aksi balasan Iran menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada aset AS dan Israel, memperpanjang konflik dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Untuk meredakan permusuhan, gencatan senjata selama dua minggu disepakati pada tanggal 8 April, memungkinkan negosiasi yang dimediasi berlangsung di Islamabad.

Baca juga: Iran Kenakan Biaya Tol ke Kapal-kapal Sekutu AS yang Melintas Selat Hormuz

Iran mengajukan 10 poin syarat gencatan senjata yang antara lain menyerukan penarikan pasukan AS, pencabutan sanksi, dan kendali atas Selat Hormuz yang penting.

Meskipun terlibat dalam pembicaraan intensif selama 21 jam dengan negosiator AS di Pakistan, delegasi Iran kembali ke Teheran tanpa mencapai kesepakatan, dengan alasan kurangnya kepercayaan dan tuntutan yang berlebihan dari AS.

Iran dan Pakistan Terus Bertukar Pesan Pasca Kegagalan Perundingan 

Sementara itu sebuah sumber diplomatik di Pakistan mengatakan, Iran dan Pakistan masih terus melakukan pertukaran pesan mengenai perkembangan terbaru setelah pembicaraan di Islamabad masih berlangsung.

Sebuah sumber diplomatik kepada IRNA pada hari Selasa mengatakan bahwa Pakistan tetap berkomitmen pada upaya mediasi setelah pembicaraan di Islamabad berakhir pada hari Minggu tanpa terobosan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved