Selasa, 5 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Balas Keras Blokade Trump, Ancam Lumpuhkan Laut Merah dan Jalur Perdagangan Dunia

Iran balas keras blokade AS di Hormuz, ancam ganggu Laut Merah dan jalur dagang dunia. Ketegangan global makin memanas, dunia waswas krisis energi.

Tayang:
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
IRAN - Potret bendera Iran. Kementerian Intelijen Iran mengklaim telah menangkap 97 tentara bayaran yang direkrut Israel di seluruh wilayah Iran, Kamis (19/3/2026). Iran balas keras blokade AS di Hormuz, ancam ganggu Laut Merah dan jalur dagang dunia. Ketegangan global makin memanas, dunia waswas krisis energi. 

Dalam pernyataannya, Iran juga mengklaim akan menggunakan kekuatan militer untuk merespons setiap ancaman di laut, termasuk pola operasi yang disebut mirip dengan insiden-insiden sebelumnya di perairan kawasan tersebut.

Langkah ini menunjukkan bahwa Iran siap meningkatkan respons militer apabila situasi di lapangan dianggap membahayakan kepentingan nasionalnya.

Jalur Minyak Global Terancam Gangguan Besar

Namun meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran luas di tingkat global.

Hal ini terjadi karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia yang menghubungkan negara-negara produsen energi di Timur Tengah dengan pasar internasional.

Sebagian besar pasokan minyak mentah global diketahui melewati jalur strategis ini, sehingga setiap gangguan di wilayah tersebut berpotensi langsung memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.

Gangguan sekecil apa pun pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dapat berdampak besar terhadap harga energi global, termasuk minyak dan gas.

Situasi ini juga dapat mengganggu distribusi barang dan logistik internasional karena banyak kapal dagang bergantung pada jalur tersebut sebagai rute utama perdagangan. Akibatnya, rantai pasok global berisiko mengalami keterlambatan dan kenaikan biaya pengiriman.

Para pengamat menilai bahwa jika ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat terus meningkat dan tidak segera diiringi dengan upaya de-eskalasi, maka dampaknya tidak hanya terbatas pada kawasan Timur Tengah. 

Konflik ini berpotensi meluas menjadi gangguan stabilitas ekonomi global yang lebih besar.

Sektor energi menjadi pihak yang paling rentan terdampak karena sangat bergantung pada kelancaran distribusi minyak dari kawasan tersebut.

Selain itu, sektor transportasi laut dan rantai pasok internasional juga diperkirakan akan mengalami tekanan serius apabila kondisi keamanan di Selat Hormuz tidak segera membaik.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved