Iran Vs Amerika Memanas
Gencatan Senjata Israel-Lebanon 10 Hari, Netanyahu Setuju tapi Tetap Minta Prajurit di Lebanon
Israel dan Lebanon menyepakati adanya gencatan senjata selama 10 hari. Trump menyampaikan ada lima ketentuan yang harus dipatuhi dua negara.
Ringkasan Berita:
- Lebanon dan Israel telah menyepakati adanya gencatan senjata selama 10 hari pada Kamis (17/4/2026).
- Total ada lima ketentuan yang harus dipatuhi kedua negara selama gencatan senjata berlangsung.
- Di sisi lain, Netanyahu setuju akan kesepakatan tersebut tetapi tetap memerintahkan militer Israel bersiaga di perbatasan Lebanon dan Suriah.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama 10 hari per Kamis (17/4/2026) pukul 04.00 waktu setempat.
Dikutip dari Aljazeera, Trump pun mendesak agar kelompok militer Lebanon, Hizbullah untuk menghentikan seluruh serangan ke Israel.
"Saya harap Hizbullah bertindak dengan baik selama periode penting ini. Ini akan menjadi momen yang luar biasa bagi mereka jika mereka melakukannya. Tidak lagi ada pembunuhan. Harus ada Perdamaian!" katanya dalam tulisan di media sosial miliknya, Truth Social.
Pasca pengumuman itu, beredar video yang memperlihatkan kegembiraan warga Lebanon yang merayakan keputusan tersebut.
Selanjutnya, pengungsi pun yang menetap di Lebanon Selatan telah bergerak ke pinggiran selatan Beirut meski ada pengumuman dari pemerintah setempat untuk tidak kembali ke rumah masing-masing.
Baca juga: Iran Beberapa Kali Hampir Bombardir Israel Demi Lebanon, Tekanan Teheran Picu Gencatan Senjata?
Sementara, berdasarkan dokumen resmi yang diterbitkan Departemen Luar Negeri AS, ada empat ketentuan yang harus ditepati antara Israel dan Lebanon.
Bahkan, ada kemungkinan bahwa gencatan senjata bisa diperpanjang jika ada kesepakatan lanjutan dari kedua negara.
Berikut empat ketentuan yang dimaksud:
1. Israel tetap memiliki 'hak untuk mengambil semua langkah yang diperlukan dalam rangka pertahanan diri, kapan pun, terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung'.
2. Lebanon harus mengambil 'langkah-langkah yang berarti' untuk mencegah Hizbullah dan semua 'kelompok bersenjata non-negara yang nakal' lainnya melakukan serangan terhadap sasaran-sasaran Israel.
3. Para pihak yang terlibat mengakui bahwa pasukan keamanan Lebanon memiliki tanggung jawab eksklusif atas keamanan negaranya.
4. Israel dan Lebanon meminta agar AS terus memfasilitasi pembicaraan langsung lebih lanjut dengan tujuan 'menyelesaikan semua masalah yang tersisa'.
Hizbullah telah menyampaikan pernyataan resmi terkait keputusan gencatan senjata tersebut.
Dikutip dari Middle East Eye, mereka menegaskan melakukan serangan terakhir pada Rabu (16/4/2026) pukul 23.50 waktu setempat.
Baca juga: Pakar PBB Kecam Serangan Israel di Lebanon, Sebut Tak Bisa Dibenarkan sebagai Aksi Pertahanan Diri
Selain itu, Hizbullah juga mau untuk mematuhi kesepakatan ini jika 'militer Israel tidak diberi kebebasan berada di Lebanon'.