Iran Vs Amerika Memanas
AS Evaluasi Kerusakan Pangkalannya di Timur Tengah usai Diserang Iran 40 Hari
Pentagon mengevaluasi kerusakan pangkalan militernya di Timur Tengah setelah diserang Iran selama 40 hari sebagai tanggapan agresi AS-Israel.
Senin lalu, data dari Departemen Pertahanan AS mengungkapkan 13 anggota militer Amerika telah tewas dan 415 terluka selama perang melawan Iran.
Perang AS-Israel Vs Iran
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menandai perang baru di kawasan Timur Tengah.
Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, dan posisinya kemudian digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei, setelah mendapat persetujuan dari Majelis Ahli Ulama Iran.
Serangan gabungan AS dan Israel itu terjadi hanya dua hari setelah perundingan nuklir antara AS dan Iran yang berlangsung di Jenewa.
Selama ini, AS dan Israel menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk kepentingan energi sipil.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke Israel serta pangkalan militer AS di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Selain itu, Iran menghentikan perundingan nuklir dan melakukan blokade terhadap Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia, yang menyebabkan lonjakan harga minyak serta memicu kekhawatiran akan krisis energi global.
Memasuki hari ke-40 konflik pada 7 April, AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan yang dimulai pada 8 April.
Kedua pihak kemudian kembali melakukan perundingan pada 11 April 2026 di Islamabad, namun belum mencapai kesepakatan damai karena masih adanya isu-isu sensitif yang belum terselesaikan.
Hingga saat ini, konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.900 orang, berdasarkan laporan Al Jazeera.
Setelah kegagalan perundingan pada 11 April, Donald Trump mengancam akan memblokade jalur pelayaran bagi kapal-kapal Iran di Selat Hormuz.
Perwakilan kedua negara dijadwalkan kembali bertemu di Islamabad, Pakistan, kemungkinan pada Rabu, 22 April 2026.
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Teheran belum membuat keputusan akhir mengenai apakah akan berpartisipasi dalam negosiasi dengan Pakistan atau tidak.
"Blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran merupakan pelanggaran hukum internasional, dan pihak lawan memulai perang lalu mengingkari janjinya, sementara Iran selalu menepati janjinya," kata kementerian itu pada Selasa.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Selasa malam bahwa gencatan senjata dengan Iran telah diperpanjang tanpa batas waktu.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/q4t4r-2342343223.jpg)