Iran Vs Amerika Memanas
Perang Iran Hari Ke-54: Trump akan Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Blokade Tetap Jalan
Trump menegaskan perpanjangan ini bertujuan menjaga peluang penyelesaian damai di tengah konflik yang telah memasuki hari ke-54.
Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran perang akan menekan ekonomi kawasan Teluk.
Trump juga menegaskan Washington siap mendukung sekutunya jika situasi memburuk.
Strategi Ganda Trump Picu Ketidakpastian
Trump menyatakan perpanjangan gencatan senjata bertujuan memberi waktu bagi negosiasi.
Namun blokade angkatan laut terhadap Iran tetap dipertahankan.
Laporan Gedung Putih oleh Al Jazeera menyebut Trump memainkan dua pendekatan, antara diplomasi dan tekanan militer.
Blokade di Selat Hormuz disebut sebagai alat untuk memaksa Iran berunding.
Trump juga memperingatkan kemungkinan aksi militer jika negosiasi gagal.
Baca juga: Pasukan Iran Siaga 100 Persen, Siap Serang Target yang Ditentukan jika AS Lancarkan Serangan Baru
Pesan yang berubah-ubah ini mengguncang pasar global.
Sejumlah analis menilai strategi tersebut merupakan tekanan terencana sambil menunggu respons Iran.
Netanyahu Klaim Israel Makin Kuat
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengklaim Israel semakin kuat usai kampanye melawan Iran.
Ia menyebut kerja sama dengan AS telah melemahkan kemampuan Teheran.
Menurutnya, kondisi ini membuka peluang aliansi regional baru.
Lebanon Butuh 587 Juta Dolar AS untuk Pemulihan
Perdana Menteri Nawaf Salam menyebut negaranya membutuhkan dana sekitar 587 juta dolar AS untuk pemulihan.
Kebutuhan itu muncul di tengah dampak kemanusiaan yang terus berlanjut.
Gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah tetap rapuh.