Sabtu, 2 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Perang Iran Hari Ke-54: Trump akan Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Blokade Tetap Jalan

Trump menegaskan perpanjangan ini bertujuan menjaga peluang penyelesaian damai di tengah konflik yang telah memasuki hari ke-54.

Tayang:

Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperingatkan produksi minyak di seluruh Timur Tengah bisa menjadi target serangan.

Dilansir Al Jazeera, ancaman itu muncul jika serangan terhadap Iran dilancarkan dari wilayah negara-negara Teluk.

Sementara itu, Amerika Serikat tetap melanjutkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran meski gencatan senjata masih berlaku.

Teheran menilai langkah tersebut melemahkan kesepakatan gencatan senjata.

Seorang penasihat parlemen Iran menyebut perpanjangan gencatan senjata sebagai “taktik mengulur waktu” untuk potensi eskalasi militer.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi bahkan menyebut blokade AS sebagai “tindakan perang”.

Teheran Buka Diplomasi, Tegang Tetap Tinggi

Laporan Al Jazeera menyebut Teheran belum memberi respons resmi atas perpanjangan gencatan senjata oleh Donald Trump.

Namun para pejabat Iran mengisyaratkan keterbukaan untuk dialog.

Blokade AS di Selat Hormuz tetap dipandang sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Komandan militer Iran menegaskan pasukan siap merespons setiap eskalasi.

Baca juga: Iran Siap Lanjutkan Perang, Ancam Lumpuhkan Minyak Negara Teluk jika Teheran Ikut Diserang

Di sisi lain, AS memperluas sanksi terkait program senjata Iran.

Uni Eropa juga bergerak memperketat langkah serupa.

Washington dijadwalkan menjadi tuan rumah negosiasi tingkat duta besar antara Israel dan Lebanon.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mendorong penarikan penuh Israel dari wilayahnya.

AS–UEA Bahas Skema Mata Uang

Presiden Donald Trump mengungkap potensi pertukaran mata uang dengan Uni Emirat Arab sedang dipertimbangkan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved