Iran Vs Amerika Memanas
Kanselir Jerman Ejek AS telah Dipermalukan Iran, Teheran: Fakta yang Diakui Barat
Kepala Kehakiman Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei mengamini kritikan dari Kanselir Jerman, Friedrich Merz yang menyebut AS dipermalukan Iran.
Ia menggarisbawahi bahwa memulai sebuah konflik jauh lebih mudah daripada mengakhirinya.
"Masalah dalam konflik seperti ini selalu sama: Anda tidak hanya harus tahu cara masuk, tetapi juga harus tahu cara keluar."
"Kita telah melihat betapa menyakitkannya hal itu di Afghanistan selama 20 tahun, juga di Irak," ujar Merz, seperti dikutip dari RT.
Merz tidak segan memuji kemampuan diplomatik Iran yang dianggapnya berhasil "mempermainkan" AS di meja perundingan.
Ia menyebut para pemimpin di Teheran sangat mahir dalam taktik mengulur waktu, yang secara efektif membuat AS terlihat kehilangan taji.
"Orang-orang Iran ini sangat terampil dalam bernegosiasi — atau lebih tepatnya, sangat mahir untuk tidak bernegosiasi."
Baca juga: Kanselir Jerman: Trump Dipermalukan di Meja Perundingan, Iran Pandai Bernegosiasi
"Mereka membiarkan delegasi Amerika melakukan perjalanan ke Islamabad, hanya untuk mengirim mereka pulang tanpa hasil apa pun," cetusnya.
Menurut Merz, tindakan kepemimpinan Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengakibatkan "seluruh bangsa (AS) dipermalukan".
Kanselir Jerman tersebut menegaskan bahwa perang ini memberikan dampak negatif langsung terhadap performa ekonomi Eropa.
Jerman sendiri telah mengoreksi perkiraan pertumbuhan ekonominya, yang sebagian besar disebabkan oleh dampak perang AS-Israel melawan Iran.
(Tribunnews.com/Whiesa)